#apk#pilkada#beritabandarlampung

Viral: Beredar Video Pencopotan APK Paslonkada di Bandar Lampung

( kata)
Viral: Beredar Video Pencopotan APK Paslonkada di Bandar Lampung
Foto: Tangkap Layar Media Sosial


Bandar Lampung (Lampost.co): Beredar vedio berdurasi 13 detik dan 21 detik pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu pasangan calon kepala daerah (paslonkda) Kota Bandar Lampung yang diduga dilakukan oleh empat orang warga sipil, satu orang pengawas setempat, dan dua orang oknum petugas perlindungan masyarakat (linmas).

Lokasi pencopotan APK diperkirakan berda di Kecamatan Kedamaian. Dalam video tersebut terlihat empat orang membawa APK salah satu pasangan calon (paslon) dengan mengendarai motor roda dua.

Terlihat mereka hanya mencabut salah satu banner paslon, menggulung banner, lalu membawanya. Sementara kayu tiang penyangga banner dibuang di lokasi tersebut.

Baca juga: Selamatkan Sentra Gakumdu Bandar Lampung dari Potensi Pelanggaran HAM

Perekam yang mengambil gambar dari dalam mobil itu menyatakan banner yang dicopot tersebut hanya milik pasangan calon Rycko Menoza-Johan Sulaiman yang terpasang di pinggir jalan berdampingan dengan APK milik calon lainnya.

Dalam video itu terdengar suara dua orang wanita yang merekam aksi linmas beratribut Satgas Covid-19 ditemani tiga orang lainnya termaksud panwas setempat, menggunakan tiga sepeda motor dengan sengaja mencabut banner.

“Banner Rycko-Jos itu dicabut. Banner paslon lain enggak,” kata wanita dalam video tersebut yang sudah viral di media sosial WhatsApp dan Facebook.

Sementara itu, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kedamaian, Devi Arti, membantah hal tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa pencopotan APK telah sesuai prosedur.

"Intinya tidak seperti itu. Kita melakukan pengawasan pencopotan APK ke semua paslon," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sebelumnya sudah memberikan surat pemberitahuan dan barang bukti di kantor Lurah Tanjungraya.

"Surat pemberitahuan juga sama kita sampaikan juga ke camat. Dan alat bukti ada di kantor Lurah Tanjungraya," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar