sekolahkoronaandroid

Video Tri Yasa Belajar Seorang Diri di Sekolah Karena Tak Punya Android

( kata)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tahun pendidikan telah kembali memasuki tahun ajaran baru. Sekolah-sekolah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar. Karena masih berada dalam situasi pandemi, murid-murid belajar dari rumah menggunakan gawainya masing-masing.

Namun, tak semua anak bisa ikut belajar jarak jauh atau dalam jaringan (daring). Di tengah situasi pandemi, Muhammad Tri Yasa mesti datang ke sekolah seorang diri setiap hari untuk bisa belajar.

Jarak rumahnya memang tidak jauh dari SMP Pajajaran tempat ia bersekolah. "Deket sini rumahnya di Jagabaya, nyebrang jalan di depan, jadi jalan kaki kalau sekolah," ujarnya.

Sesuai namanya, Tri adalah anak ketiga dari pasangan Turina dan Sutris. Anak berkulit coklat itu datang ke sekolah karena tak memiliki android.

Sang ibu, Turina, hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah kantor yayasan di dekat rumahnya. Sedangkan Sutris yang merupakan ayahnya, hanya bekerja sebagai kuli bangunan.

Keluarganya tak mampu membelikan ia android untuk belajar. Bahkan kedua orangtuanya pun hanya memiliki telpon genggam tipe lama tanpa sistem android.

"Tidak punya android saya, emak sama bapak cuma punya handphone yang cuma untuk nelpon dan sms," tuturnya di sela-sela mengerjakan tugas.

Tampak hanya Tri sendiri murid di SMP Pajajaran yang datang ke sekolah. Sekolah itu juga memang hanya mendapat sedikit siswa tahun ajaran baru kali ini. Meski begitu sekolah tetap menerapkan pembelajaran daring.

"Temen-temen dari rumah karena punya android, saya ke sekolah karena tidak punya," kata 

Ia harap sekolah bisa kembali membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal itu dikatakan agar ia memiliki teman belajar.

Winarko



Berita Terkait



Komentar