#cekfakta#kekerasananak

Video Balita Digantung di Jendela, Digebuk Berkali-kali dan Pelakunya Belum Ditangkap? Ini Faktanya

( kata)
Video Balita Digantung di Jendela, Digebuk Berkali-kali dan Pelakunya Belum Ditangkap? Ini Faktanya
Foto: Dok

UNGGAHAN sebuah video berdurasi 44 detik yang memperlihatkan seorang anak balita digantung oleh ayahnya ramai di media sosial. Seorang balita terlihat digantung di jendela dengan posisi kaki di atas. Balita itu juga dipukul berkali-kali. Video itu viral di media sosial Twitter.
 
Video itu diunggah oleh akun @eldi1808 pada Selasa 31 Desember 2019. Pemilik akun meminta warganet memviralkan agar pelakunya dapat segera ditangkap.
 
"ayo viralkan biar pelakunya cepat tertangkap,"

Dari unggahan tersebut, sebanyak 15,6 ribu akun yang turut me-retweet dan sebanyak 8,9 ribu yang menyukai unggahan tersebut.

 

Bahkan dari unggahan itu, sejumlah netizen turut memberikan komentar bahwa ia percaya pada peristiwa yang terdapat di dalam video tersebut. Salah satunya akun @bprayoga2009 yang meminta kepolisian RI mengusut kasus ini; "Tolong @DivHumas_Polri segera ditangani.... Ya Allah....,".
 

Penelusuran:
Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa pelaku kekerasan terhadap balita itu agar segera ditangkap, adalah salah. Sebab pelakunya sudah lama ditangkap. Peristiwa di dalam video itu juga bukan di Indonesia.
 
Dilansir Detik.com, melalui artikel berjudul "Viral Video Ayah Gantung Terbalik Balita, Dipastikan Terjadi di Filipina", menjelaskan bahwa pelaku diketahui seorang warga Filipina bernama Myraflor Flores Basbas. Pelaku merekam balita digantung itu pada 18 Desember 2018.
 
Basbas sengaja merekam itu agar istrinya tahu. Soalnya di antara mereka tengah terjadi percekcokan dan istri Basbas tidak di rumah. Basbas sudah ditangkap kepolisian setempat pada 28 Desember 2018.

Kesimpulan:
Klaim bahwa pelaku penyiksaan anak dengan menggantung korban di jendela belum ditangkap adalah salah. Faktanhya, Pelaku sudah ditangkap pada 28 Desember 2018.
 
Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-4363972/viral-video-ayah-gantung-terbalik-balita-dipastikan-terjadi-di-filipina
 

Sumber:
https://mobile.twitter.com/bprayoga2009

 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar