#perdaganganorang#vernita#asusila#hukum

Vernita Syabila Benarkan ke Lampung untuk Melayani Lelaki Hidung Belang

( kata)
Vernita Syabila Benarkan ke Lampung untuk Melayani Lelaki Hidung Belang
Sidang daring kasus perdagangan orang. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Sidang perdana tindak pidana perdagangan orang yang menyeret artis/selebgram dengan terdakwa Baban Supandi alias Baim (36) warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berlangsung di ruang Yustisia PN Tanjungkarang, Selasa, 24 November 2020. Sidang tersebut berlangsung secara daring dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ismail Hidayat.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejari Bandar Lampung menghadirkan artis/selebgram Vernita Syabila sebagai saksi. Dari monitor ruang persidangan PN Tanjungkarang, Vernita terlihat menggunakan baju berawarna merah, wajahnya terpampang jelas di layar monitor.

Dalam sesi tanya jawab Majelis Hakim dengan Vernita, terungkap kalau Vernita mengakui ia ke Lampung untuk melayani lelaki hidung belang.

"Dia ngasih tahu ada job. Nanti temannya (Baban) ngubungin," ujar Vernita dalam persidangan secara daring.

Baca juga: Ketua PT Tanjungkarang Positif Covid-19, Ini Kondisi Terakhirnya

Lantas Ketua Majelis Hakim Ismail menanyakan secara spesifik pernyataan 'ada job' apa di Lampung, apakah soal persetubuhan? "Job ini apa, harus spesifik. Apa untuk melayani lelaki hidung belang," tanya Ismail.

"Iya (persetubuhan), majelis hakim," jawab Vernita.

Ismail kembali bertanya apakah Vernita sudah berhubungan di salah satu kamar, di Hotel (Novotel) tersebut. Vernita menjawab belum.

"Belum sama sekali yang mulia, sentuhan saja enggak. Saya dikamar ada sekitar 15 menit ngobrol doang itu juga dikit-dikit, karena dia (pemesan) orangnya pendiam. Tiba-tiba ya gitu (penangkapan)," ujar Vernita.

Kemudian Majelis Hakim lainnya yakni Dina Pelita Asmara menanyakan secara spesifik soal job melayani orang di Bandar Lampung, apa benar soal persetubuhan. Kemudian Vernita membenarkan, ia menyebut job tersebut dengan nama short ime.

"Shor time gitu. Tapi ke Lampung untuk temui pengusaha," katanya.

Dalam pemaparan dan sesi tanya jawab lainnya di persidangan diketahui tarif yang dikenakan yakni Rp20 juta, dimana Rp8 juta untuk Baban Supandi dan Rp12 juta untuk Vernita Syabila. Vernita mendapat DP Rp10 juta, usai ia tiba di Lampung. Namun, ia belum sempat mendapat pelunasan, karena sudah ditangkap terlebih dahulu.

Ketika ditanya kembali, soal shortime itu berhubungan badan, Vernita tak menampik. "Iya benar yang mulia," katanya.

Majelis Hakim lainnya, Joni Butar Butar, bertanya sudah berapa kali Vernita mendapat job short time ke Lampung. Vernita menjawab baru pertama kali. Namun Vernita tak menampik pekerjaan serupa dengan Baban dilakukannya lebih dari satu kali. Pernyataan Vernita juga sinkron dengan pernyataan Babap Supandi ketika ditanya awak media di Mapolresta Bandar Lampung, bahwa sudah sekitar 3 kali Vernita mendapat job tersebut dari terdakwa.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar