#internasional#beritainternasional

Varian Omicron Hantui Liburan Natal dan Tahun Baru di Eropa

( kata)
Varian Omicron Hantui Liburan Natal dan Tahun Baru di Eropa
Warga Eropa di tengah covid-19. AFP


Den Haag (Lampost.co) -- Belanda melakukan penguncian pada Minggu,19 Desember 2021 dan kemungkinan lebih banyak pembatasan Covid-19 yang diberlakukan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diambil karena varian Omicron yang menyebar dengan cepat membayangi beberapa negara Eropa.

Pusat-pusat kota Belanda sebagian besar sepi ketika negara itu memulai penguncian cepat yang membuat rencana Natal orang-orang menjadi kacau.

Baca juga: Ditemukan Pada Orang Tanpa Gejala, Varian Omicron Harus Diwaspadai

Perdana Menteri Mark Rutte mengumumkan penutupan pada Sabtu malam, memerintahkan penutupan semua kecuali toko penting, seperti restoran, salon rambut, pusat kebugaran, museum, dan tempat umum lainnya mulai ditutup dari Minggu hingga setidaknya 14 Januari.

Dilansir dari Channel News Asia, Senin, 20 Desember 2021, Omicron menjadi varian yang sangat menular. Varian ini pertama kali terdeteksi bulan lalu di Afrika selatan dan Hong Kong, menyebar ke seluruh dunia dan dilaporkan di 89 negara, kata Organisasi Kesehatan Dunia.

Dikatakan jumlah kasus Omicron berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari di daerah dengan penularan komunitas. Namun, masih banyak yang tidak diketahui tentang variannya, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Belanda mengambil risiko dan menutup sebagian besar kehidupan publik untuk mencegah sistem perawatan kesehatannya kewalahan. Beberapa pemerintah Eropa lainnya sedang mempertimbangkan pembatasan tambahan pada saat bisnis mengandalkan orang yang menghabiskan lebih banyak dari biasanya untuk belanja, hiburan, dan perjalanan.   

Secara keseluruhan infeksi Covid-19 meningkat di 64 dari 240 negara dan wilayah yang dilacak Reuters, dengan 12 negara mencatat lebih banyak kasus daripada titik mana pun selama pandemi, termasuk Inggris Raya.

Sajid Javid, menteri kesehatan Inggris, menolak untuk mengesampingkan kemungkinan pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson akan memberlakukan pembatasan lebih lanjut sebelum Natal.

Dia mengatakan pemerintah menanggapi saran para ilmuwan dengan serius, mengamati data dengan cermat, dan akan menyeimbangkan keduanya terhadap dampak pembatasan yang lebih luas pada bidang-bidang seperti bisnis dan pendidikan.

Johnson terhuyung-huyung setelah serangkaian skandal dan kesalahan langkah, dan lebih dari 100 anggota parlemen Konservatifnya sendiri minggu ini memberikan suara menentang langkah-langkah terbaru pemerintah untuk mengatasi apa yang dia peringatkan akan menjadi gelombang pasang kasus Omicron.

Javid mengatakan Johnson tidak terlalu lemah secara politik untuk melakukan pembatasan lebih lanjut jika perlu.

Di Italia, pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah baru untuk menghindari lonjakan infeksi selama periode liburan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mengesampingkan penguncian Natal, tetapi memperingatkan gelombang Covid-19 kelima tidak dapat lagi dihentikan. Ia memandang vaksinasi wajib sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar