#covid-19#internasional#variandelta

Varian Delta Menyebar, Kasus Covid-19 di AS Kembali Melonjak

( kata)
Varian Delta Menyebar, Kasus Covid-19 di AS Kembali Melonjak
Petugas melakukan penanganan pasien covid-19 di AS. AFP


New York (Lampost.co) -- Kasus covid-19 kembali melonjak di Amerika Serikat. Lonjakan kasus didorong varian Delta yang lebih cepat menular.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus baru covid-19 yang dilaporkan sebanyak 32.387. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari 10 hari sebelumnya.

Rawat inap akibat covid-19 juga meningkat 35,8 persen antara 7 hingga 13 Juli. Presiden AS Joe Biden meminta masyarakatnya yang enggan divaksin untuk menyingsingkan lengan bajunya agar menerima suntikan covid-19.

"Jika Anda tidak divaksinasi, Anda tidak terlindungi. Jadi tolong, divaksinasi sekarang. Manjur, aman, gratis, dan nyaman. Virus ini tidak perlu menahan Anda lagi," tutur Biden, dilansir dari New York Post, Rabu, 21 Juli 2021.

Pernyataan Biden muncul usai melihat tingkat vaksinasi nasional merosot. Tak hanya itu, para ahli pandemi juga memperingatkan varian Delta sangat cepat menular.

"Varian ini pertama kali muncul di India, namun sekarang sangat menyebar di Amerika," tutur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Sementara itu, kurang dari 400 ribu orang di AS yang divaksin dalam sehari. Angka ini turun dari rekor vaksinasi harian tertinggi di negara itu, yakni dua juta dosis pada April lalu.

Ahli epidemiologi mengatakan, peningkatan kasus dan rawat inap di seluruh AS lebih parah di negara bagian dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

Secara nasional, baru 48 persen dari populasi AS yang mendapat vaksinasi penuh. Sedangkan 56 persen mendapatkan setidaknya satu dosis.

Hanya 38 persen dari orang yang berusia 18-29 tahun yang menerima setidaknya satu dosis di Negeri Paman Sam. CDC menegaskan, persentase tersebut yang terendah dibanding kelompok manapun.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar