covid-19rupiahdolaras

Varian Baru Covid-19 Terus Tekan Rupiah

( kata)
Varian Baru Covid-19 Terus Tekan Rupiah
ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS.


JAKARTA (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.130 per USD. 

Mata uang Garuda gagal meredam mata uang Paman Sam yang tengah perkasa di tengah munculnya varian covid-19 baru di Eropa.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 22 Desember 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.137 per dolar AS. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.137 hingga Rp14.160 per dolar AS. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.953 per dolar AS.
 
Sementara itu, kurs dolar AS menguat tipis pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelaku pasar tengah mencari zona aman di tengah kekhawatiran atas munculnya varian virus korona baru yang meningkatkan selera untuk mata uang safe haven.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,02 persen menjadi 90,0400. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2249 dari USD1,2241 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3460 dari USD1,3506 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,7596 dibandingkan dengan USD0,7613. Dolar AS dibeli 103,34 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,30 yen Jepang pada sesi sebelumnya. 

Dolar AS naik menjadi 0,8846 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8838 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2829 dolar Kanada dari 1,2787 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Para investor khawatir dengan munculnya varian covid-19 baru yang lebih menular dan sudah terdeteksi di Inggris yang imbasnya membayangi perkembangan stimulus fiskal AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 37,40 poin atau 0,12 persen menjadi 30.216,45. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 14,49 poin atau 0,39 persen menjadi 3.694,92. Indeks Komposit Nasdaq turun 13,12 poin atau 0,10 persen menjadi 12.742,52.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona negatif, dengan sektor energi dan utilitas ditutup masing-masing turun 1,8 persen dan 1,26 persen, memimpin penurunan. Sektor keuangan dan teknologi naik masing-masing 1,24 persen dan 0,07 persen, kelompok yang menguat.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang Terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar