#Vaksin#ramadan#MUI#IDI

Vaksinasi Tak Batalkan Puasa, Masyarakat Diminta Jaga Stamina

( kata)
Vaksinasi Tak Batalkan Puasa, Masyarakat Diminta Jaga Stamina
Kantor MUI Pusat. MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bandar Lampung, Abdul Aziz, menegaskan, suntik vaksin covid-19 di siang hari pada bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Alasannya, vaksin tidak dimasukkan melalui mulut atau lubang tubuh lainnya.

Menurutnya, puasa batal jika vaksinasi dilakukan melalui mulut atau lubang tubuh yang memiliki akses ke dalam perut.

"Kalau menggunakan injeksi atau suntik, tidak masalah. Tidak membatalkan puasa," ungkapnya, Rabu, 17 Maret 2021.

Baca: Fatwa MUI: Suntik Vaksin Covid-19 Selama Ramadan Dilakukan Malam Hari

 

Akan tetapi, kata dia, yang patut diperhatikan adalah kondisi kesehatan masyarakat ketika hendak disuntik vaksin. Karena, masyarakat tidak makan atau minum lantaran sedang menjalankan ibadah puasa.

"Sedangkan biasanya, masyarakat disarankan untuk sarapan. Kalau tidak masalah tidak apa-apa," jelasnya.

 

Jaga stamina

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung, dr Boy Zaghlul Zaini, menyarankan masyarakat untuk menjaga stamina.

Ia menjelaskan, pada hari biasa masyarakat disarankan untuk sarapan sebelum divaksin. Hal itu untuk memastikan warga memiliki kalori yang cukup sebagai sumber stamina.

Untuk mengantisipasi hal itu, Boy menyarankan agar masyarakat mengatur waktu sahur. Dia menyarankan, jika vaksinasi dilakukan di siang hari, maka upayakan santap sahur di pagi hari tidak jauh dari waktu imsak.

"Jadi bisa 15 atau 30 menit sebelum imsak agar saat pagi masih memiliki cukup kalori saat divaksin," kata dia.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak cemas. Dia mengatakan, rasa cemas bisa menguras kalori dalam tubuh. Hal itu menyebabkan seseorang mengalami gejala setelah disuntik vaksin.

"Yang penting itu jangan cemas atau khawatir, karena ini bisa menguras kalori," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada laporan adanya kejadian ikutan setelah imunisasi. Sehingga, masyarakat tak perlu lagi khawatir untuk menerima vaksin.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar