#Covid-19Lampung

Vaksinasi Perdana di Lampura Diduga Abaikan Protokol Kesehatan

( kata)
Vaksinasi Perdana di Lampura Diduga Abaikan Protokol Kesehatan
Pelaksanaan vaksinasi di Lampung Utara tanpa memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost) -- Vaksinasi perdana di Lampung Utara yang digelar di Rumah Sakit Daerah (RSD) HM Mayjend (purn) Ryacudu Kotabumi, Senin, 1 Februari 2021, terkesan mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi tersebut diikuti langsung oleh Ketua Satgas Covid-19 Lampura Budi Utomo yang juga bupati, Forkopimda, dan tenaga kesehatan.

Berdasarkan pantauan lampost.co di lapangan, pelaksanaan vaksinasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak. Tampak hadir mengikuti vaksinasi pertama, seperti dari Polres, Dandim 0412/Lampura, Wakil Ketua III Joni Saputra, dan Sekdakab Lekok.

Kejadian tersebut sempat menjadi perbincangan masyarakat di media sosial di tengah meningkatkan kasus penyebaran Covid-19 di Lampung Utara.

"Bagaimana penegakkan disiplin akan baik di tengah masyarakat, kalau di tataran pemerintah daerah pun demikian?", tulis salah seorang netizen.

Menanggapi hal tersebut Bupati Lampura Budi Utomo mengklaim hal itu dikarenakan animo masyarakat tinggi terhadap pelaksanaan imunisasi disana. Meski pemerintah telah fokus terhadap hal ini, namun di lapangan seperti tak ada tindak lanjutnya. Hingga menyebabkan penumpukkan, ia berkilah sengaja keluar untuk menghindari kejadian itu.

"Begitupun di lapangan, sudah kami lakukan langkah-langkah dalam penegakan disiplin telah dilaksanakan. Melalui penegakkan disiplin terhadap protokol kesehatan, mulai dari memakai masker sampai menjaga jarak. Dengan sanksi langsung atau di tempat, seperti sanksi administrasi dan fisik," kata Budi.

"Kita sempat dilarang mengambil gambar, meski kami tahu jarak amannya. Bahkan saat acara dimulai tidak diperbolehkan masuk, padahal jelas-jelas dari aparat, baik keamanan (TNI-Polri) dan fotografer pemda mengambil ke dalam. Itu jaraknya dekat sekali, jadi macam apa penegakkan disiplin prokses disin," ujar salah seorang awak media.

Winarko







Berita Terkait



Komentar