#jtts#jalantol#liburnatal#nataru

Utamakan Keamanan dan Keselamatan Tol di Libur Nataru

( kata)
Utamakan Keamanan dan Keselamatan Tol di Libur Nataru
Petugas jalan tol saat mengatur lalu lintas di Jalam Tol Trans Sumatera. Foto: Dok/HK


Bandar Lampung (Lampost.co): Libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) yang di mulai 24 Desember 2020 - 3 Januari 2021 diprediksi banyak masyarakat yang lalu lalang melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). 

Pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama sepanjang 26 Oktober 2020 - 1 November 2020, lalu terdata 70.187 kendaraan lalu lalang keluar masuk JTTS Lampung-Jawa. Oleh karena itu sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) harus memberikan pelayanan yang optimal dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan dalam segala aspek pengoperasian pada seluruh jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya, khususnya di JTTS. Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri PU Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol wajib dilakukan.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, mengatakan keamanan dan keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Dalam mengantisipasi adanya kejahatan dan untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol, Hutama Karya selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah setempat untuk membantu mengawasi keamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas di JTTS.

"Pada prinsipnya kami menghimbau pengguna jalan untuk menaati tata tertib yang berlaku di jalan tol," kata Fauzan, Minggu, 29 November 2020.

Ia mengatakan pengoperasian jalan tol di Pulau Sumatera cukup berbeda dengan jalan tol di Pulau Jawa. JTTS memiliki karakteristik jalan dengan jarak yang cukup panjang dan rata-rata membelah hutan, serta banyak dilintasi oleh kendaraan besar seperti truk maupun kendaraan pengangkut barang.

Selain itu, karena jalan tol di Sumatera ini terbilang baru, masyarakat terkadang belum terbiasa dengan tata cara maupun aturan yang terdapat di jalan tol, sehingga kita perlu memberikan pemahaman ekstra terkait tata cara berkendara yang baik dan benar di jalan tol kepada masyarakat.

"Kita juga terus konsisten mengkampanyekan keselamatan berkendara demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan tol," katanya.

Berbagai tindakan untuk persoalan tersebut telah dilakukan,mulai dari sinergi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan daerah sekitar untuk menindak pelanggar, melakukan pemasangan rumble strip, rumble dot, lampu flip flop di sepanjang jalan tol, giat operasi simpatik pembagian kopi dan permen gratis kepada pengguna jalan guna memastikan pengendara tetap terjaga dan tidak mengalami micro sleep, hingga membuat inovasi baru yakni “operasi mengantuk” pertama di Indonesia dengan memberhentikan pengendara dan memberikan pengecekan kondisi kendaraan serta kopi dan makanan ringan atau kue gratis kepada pengguna jalan untuk memastikan pengendara dan kendaraan dalam kondisi baik.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.164 km, dengan 651 km ruas tol dalam tahap konstruksi dan 513 km ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Ruas tol yang telah beroperasi diantaranya ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (141 km), Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 km), Palembang - Indralaya (22 km), Medan - Binjai (15 km), termasuk dua ruas tol yang baru diresmikan yaitu ruas Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (132 km).

Terkait dengan keamanan, perusahaan telah menyediakan 636 unit CCTV yang tersebar di sepanjang JTTS yang berada setiap satu kilometer dengan memiliki kamera dua arah sehingga dapat mencakup seluruh aktivitas yang terjadi di jalan tol dan selalu dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh melalui command center, baik yang berada di setiap ruas tol maupun yang berada di kantor pusat dengan menggunakan sistem terintegrasi. 

Dalam sistem yang sudah terintegrasi tersebut, terdapat fitur yang dapat mendeteksi apabila terdapat peringatan dari tiap ruas tol dan petugas akan langsung merespon keluhan dengan response time maksimal 5 menit. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan 435 petugas layanan pengamanan siaga selama 24 jam untuk melakukan pengawasan di sepanjang JTTS.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar