#tajuklampungpost#kebakaran#polresterbakar

Usut Kebakaran Polres Lamsel

( kata)
Usut Kebakaran Polres Lamsel
Foto: Dok

KEBAKARAN hebat melanda Markas Kepolisian Resor Lampung Selatan di Kalianda, Kamis (2/5). Api membakar sejumlah ruangan, seperti ruang Satuan Lalu Lintas, aula, masjid, dan Unit PPA.

Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Purwadi Arianto menyebutkan penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik di ruang bagian perencanaan. Api dengan cepat menjalar ke bagian dan ruangan lain karena hembusan angin saat itu cukup kencang. Namun, penyebab pasti terjadinya kebakaran masih diselidiki tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Penyebab pasti kebakaran yang melanda Mapolres Lamsel harus segera diketahui dan dipublikasikan kepada publik. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kecurigaan-kecurigaan segelintir pihak terkait peristiwa kebakaran tersebut. Jangan sampai nanti memunculkan spekulasi liar, terlebih Polres Lamsel paling sering mengusut kasus pengiriman narkotika dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dalam partai besar. Juga situasi politik saat ini sedang dalam tahap rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019.

Musibah itu memang tidak diharapkan dan datang tanpa diduga siapa pun. Namun, sebelum kejadian setidaknya sudah ada kesiapsiagaan untuk mengantisipasi. Aparat atau alat untuk membantu meminimalisasi kebakaran harusnya siap untuk mengatasi sebelum kebakaran menjadi lebih besar.

Alat-alat sebagai antisipasi pertama kebakaran seperti perangkat pemadam api berikut hidran air seharusnya sudah tersedia. Saat kejadian berlangsung, alat tersebut bisa digunakan sebagai antisipasi agar api tidak menjalar dan membesar.

Sudah selayaknya gedung atau bangunan besar memiliki fasilitas alat pemadam api dan hidran air sebagai sarana antisipasi terjadinya kebakaran. Dan hal itu memang sudah menjadi sebuah kewajiban yang harus dipenuhi saat mendirikan bangunan.

Namun, terkadang hal-hal krusial seperti itu dianggap sepele dan kurang mendapat perhatian. Kalaupun ada, sepertinya hanya sebagai hiasan belaka.

Kebakaran besar yang menimpa Mapolres Lampung Selatan bisa menjadi peringatan bagi semua pihak. Apalagi, berdasar pada data dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Lampung sebagian wilayah di Bumi Ruwa Jurai ini sudah memasuki musim kemarau.

 

Saat kemarau, peristiwa kebakaran kerap terjadi di mana-mana. Bukan hanya di permukiman penduduk, juga di sejumlah lahan perkebunan. Kondisi cuaca kering dan panas membuat api lebih cepat menyala.

Kejadian kebakaran memang sering melanda Lampung. Sepanjang Januari 2019 hingga April ini sudah terjadi sekitar tujuh kebakaran di sejumlah daerah di Lampung.

Musibah kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tapi juga membawa korban jiwa. Tiga orang yang terdiri dari dua anak dan kakeknya menjadi korban meninggal saat kebakaran melanda sebuah warung di Metro, akhir Maret lalu.

Kejadian tersebut harus bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Aparat yang terkait dengan musibah kebakaran hendaknya lebih memaksimalkan pengawasan terhadap sumber api.

Musibah kebakaran lebih banyak merugikan bagi siapa pun. Untuk itu, semua pihak terkait, terutama pemerintah daerah harus selalu siap siaga menghadapi musibah tak terduga itu. Antisipasi dan pencegahan harus dilakukan bersama-sama guna meminimalkan kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan. Lebih baik mencegah sebelum musibah terjadi.

Tim Tajuk Lampung Post

Berita Terkait

Komentar