#bosda#anggaran#beritalampung

Usulan Anggaran Bosda Tetap Rp65 Miliar

( kata)
Usulan Anggaran Bosda Tetap Rp65 Miliar
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi V DPRD Provinsi Lampung berharap anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Disdikbud Lampung tidak dikurangi pada RAPBD 2020, karena defisitnya keuangan Pemprov Lampung.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan mengatakan, program bosda sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas dan lulusan siswa tingkat menengah di provinsi Lampung.

" Kan pas hearing, kita bahas itu bosda kita cek satu persatu,  kita harap enggak dikurangin bosda," ujar Yanuar, Rabu, 20 Oktober 2019.

Yanuar pun saat hearing berharap anggaran yang sifatnya infrastruktur yang sifatnya belum urgen, agar ditunda terlebih dahulu. Ditanya soal besaran anggaran ia tak bisa merinci.

" Kalau anggaran bosda saja saya belum cek langsung,  tapi anggaran (RAPBD)  2020, itu sekitar Rp1,5 triliun, tapi dari APBD Murni direncanakan cuma Rp153 miliar," katanya.

Sementara Kadisdikbud Provinsi Lampung Sulpakar memastikan rencana anggaran Bosda di RAPBD tidak dikurangi ataupun kebijakan tersebut dikurangi, meski anggaran pemprov Lampung defisit.

"Ada terus anggarannya, untuk 5 kabupaten dan kota, enggak dihapus," katanya.

Ia belum bisa memastikan  besarannya,  karena masih dalam tahap pembahasan. Namun ia memastikan  anggaran bosda tahun 2020 tetap seperti tahun sebelumnya  yakni Rp65 miliar.

" Dulu kan awal Rp85 miliar,  terus jadi Rp65 miliar, ini belum ada keputusan tapi kita mengusulkan tetap (Rp. 65 miliar)," ungkapnya.

Anggaran Bosda hanya disalurkan di Bandar Lampung, Lampung Utara, Way Kanan, Pesisir Barat, Lampung Barat dan Mesuji, untuk siswa SMA dan SMK.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar