#Bencana#Banjir

Usai Banjir, Ruas Jalan di Lampura Dapat Dilalui

( kata)
Usai Banjir, Ruas Jalan di Lampura Dapat Dilalui
Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dan sekitarnya sempat terendam banjir. (Fajar Nofitra/Lampost.co)

Kotabumi (Lampost.co) -- Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dan sekitarnya sempat terendam banjir. Saat ini, ruas jalan tersebut telah dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

"Saat ini, keadaan jalan yang menghubungkan Desa Bumiagung Marga, Kecamatan Abung Timur, dan sekitarnya, telah dapat dilalui kendaraan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara, Karim Sr didampingi Kabid Darlog Meri Idealis, Jumat, 17 April 2020.

Ia menambahkan situasi tersebut berlaku baik   untuk kendaraan roda empat maupun roda dua atau sepeda motor. Situasi serupa juga terjadi pada ruas jalan yang menghubungkan Lampung Utara dengan kabupaten tetangga,seperti Tulangbawang Barat.

"Kalau sampai dengan saat ini, berdasarkan pengamatan kami di lapangan, banjir terparah terjadi kemarin, Kamis, 16 April 2020, adalah puncak musim penghujan. Selain mengakibatkan rumah penduduk dan lahan perkebunan terendam, juga menghambat aktivitas berkendaraan terhenti karena banjir memutus beberapa jalur," kata Karim.

Setidaknya, menurut Karim terdapat 215 rumah yang terendam banjir yang tersebar di empat kecamatan. Yakni Kotabumi (82 rumah), Kotabumi Selatan (56), Kotabumi Utara (2), dan Abung Timur (51). Selain itu, juga fasilitas umum macam Taman Sahabat sempat tergenang banjir. Beberapa titik banjir juga menyebabkan jalan penghubung tergenang.

"Alhamdulillah kalau sekarang, hujan mulai surut. Dan kedaraan dapat melaluinya semua, baik roda empat dan dua," terangnya.

Terkait masalah bantuan, lanjutnya, pemerintah daerah telah menurunkan jajarannya untuk dapat memberikan bantuan kepada warga terdampak parah banjir bandang. Dinas terkait sudah membagikan makanan siap saji dan nasi kotak kepada warga yang kediamannya terendam banjir.

Karim menjelaskan banjir disebabkan luapan air aliran sungai karena tidak menampung debit air. Selain itu beberapa drainase kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga, luapan air  makin meluas ke daerah pemukiman, khususnya berada di wilayah perkotaan. Hal ini diperparah instensitas hujan yang turun.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar