#PARIWISATA#LAMPUNG

Usaha Wisata Bahari Tutup Sementara demi Jaga Kesehatan Masyarakat

( kata)
Usaha Wisata Bahari Tutup Sementara demi Jaga Kesehatan Masyarakat
Pengunjung saat menikmati wisata pantai di Pesisir Lampung sebelum pemberlakuan PPKM. Lampost.co/Triyadi Isworo.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku usaha di bidang pariwisata bahari atau wisata pesisir pantai Provinsi Lampung menutup usahanya demi menjaga kesehatan masyarakat dan mengikuti kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penularan covid-19.


Pelaku Usaha Pariwisata di Provinsi Lampung, Thomas Aziz Riska mengatakan pihaknya menutup tempat wisata Pulau Tegal Mas karena mengikuti aturan dari pemerintah untuk mencegah penuralan covid-19. Menurutnya, bila tempat wisata dibuka, akan banyak kerumunan orang.


"Dari beberapa waktu yang lalu kami sudah menutup tempat wisata untuk umum karena kami enggak mau terjadinya kerumunan. Untuk kapan bukanya kembali kami menunggu aturan pemerintah. Kami mendukung kebijakan pemerintah, yang terpenting masyarakat sehat terlebih dahulu," kata Thomas melalui telepon, Selasa, 20 Juli 2021.

Baca juga : Dispar Tegaskan Tempat Wisata di Bandar Lampung Tutup Saat Lebaran


Hal senada disampaikan Manajer Operasional Pulau Mahitam, Eddy Rahman. Ia mengatakan sejak diberlakukannya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pihaknya menutup tempat usahanya. Ia juga mengatakan selama pandemi covid-19, usahanya terjun bebas turun sampai 70%.


"Pulau Mahitam tutup karena PPKM ini dari 10 Juli 2021 kemarin sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pengunjung pun turun drastis sampai lebih dari 70%. Enggak tahu setelah PPKM ini bisa meningkat atau tidak pengunjung yang datang," ujarnya.

Baca juga : Lampung Kembangkan Potensi Wisata Sehat

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganio Warsito telah mengeluarkan kebijakan untuk pembatasan aktivitas masyarakat yang berlaku efektif pada 18-25 Juli 2021. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh Indonesia baik di daerah PPKM Darurat, PPKM Mikro Diperketat, maupun PPKM Mikro.


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 15 tahun 2021 tentang pembatasan aktivitas masyarakat selama libur hari raya idul adha 1442H dalam masa pandemi covid-19. Surat tersebut sebagai pedoman bagi Satgas Penanganan Covid-19 daerah melakukan pengaturan, pengawasan, dan evaluasi supaya pengendalian laju penularan covid-19. 


Pada poin 4 dalam SE tersebut menyebutkan tempat wisata ditutup sementara untuk seluruh daerah di Pulau Jawa dan Bali serta daerah di Luar Pulau Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Darurat (Kabupaten/Kota dengan hasil assesment level 4) dan PPKM Mikro Diperketat (Kabupaten/Kota dengan hasil assesment level 4). Kemudian, tempat wisata tetap dibuka dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 25% untuk wilayah yang tidak menerapkan PPKM Darurat maupun PPKM Mikro Diperketat di Luar Pulau Jawa dan Bali (Kabupaten/Kota dengan hasil assesment level 1,2 dan 3 serta Kabupaten/Kota Zona Kuning dan Zona Hijau). 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar