KoronacoronavirusBakauheni

Urai Penumpukan di Bakauheni, Dishub Siap Fasilitasi Rapid Test

( kata)
Urai Penumpukan di Bakauheni, Dishub Siap Fasilitasi Rapid Test
Dinas Perhubungan Provinsi Lampung akan memfasilitasi layanan rapid test bebas covid terhadap 400-an penumpang yang tertahan di Pelabuhan Bakauheni. Aan Kridalaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Panjang Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni menutup layanan rapid test bebas Covid-19 terhadap penumpang pejalan kaki. Akhirnya, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung akan memfasilitasi layanan rapid test bebas covid terhadap 400-an penumpang pejalan kaki yang masih tertahan di Pelabuhan Bakauheni mulai Minggu pagi, 17 Mei 2020.

"Rapat tadi memutuskan deskresi mereka akan tetap dicek protokoler kesehatannya dan sebagian memanfaatkan bantuan 150 pcs rapid test dari Bapak Gubernur Lampung via Kadis Kesehatan Lampung Raihana," kata Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo kepada lampost.co, Minggu dini hari, 17 Mei 2020.

Baca juga: Ratusan Penumpang Tertahan di Bakauheni

Bambang menyebutkan, bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Deputi Kemenko Maritim, Kemenkes RI, Gugus Tugas Nasional, Dirut ASDP dan para Dirlantas serta Kadishub Sumatera dan Jawa telah melakukan zoom meeting pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 20.00 WIB- 22.00 WIB.

Rapat untuk mengatasi penumpukan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni yang merupakan pekerja bangunan proyek jalan tol dan infrastruktur lainnya di Riau, Jambi, Pekan Baru, Tanjung Enim dan dari Provinsi Non Lampung yang tidak lolos seleksi syarat kesehatan dalam beberapa hari ini.

"Setelah dilakukan rapid test pekerja tersebut akan diseberangkan. Dan sesampainya di Merak, dengan difasilitasi Dirjenhubdar mereka akan diangkut bus ke daerah tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelas Kadishub.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan hal ini sama dengan yang dilakukan gubernur Lampung saat menjemput dan menangani warga Lampung yang terlantar di Provinsi Bangka Belitung.

"Ini bisa menjadi contoh dan menggugah kepedulian kepala daerah, khususnya gubernur Jawa Tengah dan Jawa Timur agar sesampainya di daerah tujuan kembali dilakukan rapid test oleh Gugus Tugas Provinsi dan kabupaten dengan mengikuti isolasi mandiri," pungkasnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar