#stunting#puskesmas

UPT PRI Ketapang Berhasil Tekan Angka Stunting

( kata)
UPT PRI Ketapang Berhasil Tekan Angka Stunting
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap kecamatan Ketapang, Lampung Selatan Samsurizal (tengah) saat memberikan sosialisasi stunting kepada kader kesehatan di balai desa Lebungnala, kecamatan Ketapang beberapa waktu lalu. Foto Dok.


Kalianda (Lampost.co): Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan secara berkala melakukan intervensi gizi spesifik di Desa Bangunrejo dan Desa Kemukus, Ketapang.Upaya tersebut dalam rangka  mengatasi prevalensi stunting pada anak usia di bawah lima tahun.

Diketahui pada tahun 2017 lalu, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan menemukan 58 anak bawah usia lima tahun (balita) di desa Kemukus dan Bangunrejo, Kecamatan Ketapang menderita stunting. 

Kepala Puskesmas Rawat Inap kecamatan Ketapang Samsurizal mengklaim telah berhasil menekan angka stunting di dua desa tersebut. Bahkan sampai saat ini tidak ada  penambahan desa stunting di kecamatan Ketapang dari Kemenkes. 

"Masih desa stunting tapi jumlahnya sudah banyak menurun.  Dapat dilatakan intervensi secara berkala per yiga bulan terhadap anak stunting dianggap berhasil," ucapnya, 3 Oktober 2019.

Lebih lanjut, Samsurizal menjelaskan melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur di posyandu dan konseling nutrisi terutama dalam hal konsumsi protein hewani seperti, telur, ikan, ayam dan susu,  talah  berhasil menurunkan angka prevalensi stunting. 

Selain melakukan intervensi, pihaknya juga memberikan sosialisasi melalui kader kesehatan di puskesmas dan memberikan tablet tambah darah kepada ibu hamil.

"Langkah pencegahan terus dilakukan jangan sampai ada lagi anak lahir dalam keadaan stunting. Untuk itu Ibu hamil diharapkan menjaga asupan gizi untuk kandungan agar terhindar dari stunting karena berbahaya," imbuhnya. 

Menurutnya stunting disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pola asuh dan gaya hidup yang tidak sehat. Mayoritas penderita stunting dari keluarga kurang mampu adalah warga miskin.

"Saya harap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan agar angka penderita gizi buruk terus menurun hingga bebas stunting," harap Samsurizal. 

Aan Kridolaksono







Berita Terkait



Komentar