#terorisme#Radikalisme#UpikLawanga

Upik Lawanga Sebut Jaringan Teroris Menyusup ke Ormas

( kata)
Upik Lawanga Sebut Jaringan Teroris Menyusup ke Ormas
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Terorisjaringan Jemaah Islamiyah (JI), Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, mengakui ada sejumlah kelompok teroris yang menyusup ke organisasi masyarakat (ormas). Salah satunya, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Yang aku ketahui itu dari tim seperti Mujahidin (Indonesia Timur), itu banyak masuk ke situ (ormas)," kata Upik Lawanga dikutip dari video yang dirilis Mabes Polri, Sabtu, 19 Desember 2020.

Menurut dia, salah satu anggota MIT ialah ahli fatwa. Sosok itu memegang kekuasaan yang mampu mengarahkan seluruh bidang dalam jaringan teroris tersebut.

"(Kalau) dia fatwa seperti ini dan ada yang tidak sesuai dengan akidahnya, banyak yang keluar. Makanya banyak yang seperti ISIS (Negara Islam) dan jadi yang lain," ungkap dia.

Namun, Upik mengeklaim kelompok JI tidak seperti jaringan terorisme lainnya. JI tidak melibatkan ormas dalam aksi terorisme.

"Masalah Jemaah Islamiyah ini, yang aku paham ini merangkul masyarakat," aku Upik.

Upik Lawanga menjadi dalang beberapa teror bom seperti Bom Tentena, Bom GOR Poso, dan Bom Pasar Sentral. Dia juga terlibat dalam sejumlah teror lain selama 2004 hingga 2006.

Setelah 18 tahun buron, Upik ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Seputih Banyak, Lampung Tengah, Senin, 23 November 2020, pukul 14.35 WIB. Polri menyita delapan senjata tajam, satu senjata api rakitan, satu senjata angin, satu busur silang (crossbow), satu panah, dan 13 peluru.

Selain itu, polisi menyita bungker dengan kedalaman 12 meter. Fasilitas itu diduga dipakai menyimpan alat peledak komponen bom untuk tindak pidana terorisme. Upik Lawanga diketahui mampu merakit senjata api hingga bom berdaya ledak tinggi.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar