#feature#petanicabai#rauprezeki#lamasel#beritalampung

Untung-Rugi, Petani Cabai Tetap Memupuk Rezeki 

( kata)
Untung-Rugi, Petani Cabai Tetap Memupuk Rezeki 
Salah seorang petani cabai di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. (Foto:Lampost /perdhana)

KALIANDA (Lampost.co)--Pagi itu, langit masih tertutup awan mendung, udara terasa sangat sejuk, tanah masih terlihat becek dan lembab, karena hujan semalam mengguyur, langkah kaki  pria paruh baya bergegas menuju kebun tanaman cabai, di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. 
Setibanya di hamparan tanaman cabai, pria kelahiran 59 tahun yang lalu langsung menuju pondok untuk mempersiapkan pemupukan yang dilakukan empat hari sekali. 

Pria yang memiliki tiga anak itu menceritakan menanam cabai sedikit lebih rumit dibandingkan tanaman lainnya, karena perawatan lebih ekstra. Termasuk biaya tanam yang relatif lebih mahal daripada bandingkan tanaman sayuran lainnya. 
Namun dibalik itu semua, ada rezeki nomplok dari harga cabai merah yang melambung tinggi. Hal itu membuat para petani tidak pernah kapok menanam meskipun sering gagal. 
"Banyak yang nanam cabai tapi gagal panen, tapi tidak membuat kapok, karena terkadang ada rezeki harimaunya," kata Nyoman (59), Senin (8/6/2019). 

Dalam 1 hektare lahan, biaya yang harus disiapkan sedikitnya Rp80 juta untuk sekali tanam pohon cabai. Harga tersebut belum termasuk biaya panen dan biaya tidak terduga. "Belum termasuk biaya panen dan tak terduga," ujar warga Desa Sidowaluyo itu. 

Waktu tanam cabai merah sampai dengan berbuah sekitar 120 hari untuk jenis hybrida dan 150 hari untuk jenis lokal, dengan masa panen mencapai 60 hari. "Sebulan bisa panen sebanyak tujuh kali petik, sedangkan masa panen selama dua bulan," kata dia. 

Tanaman cabai paling takut dengan ancaman hama ulat grayak serta kutu kebul, karena membuat bunga dan buah rontok bahkan tanaman menjadi keriting. "Dua ancaman ini membuat petani menjadi kerja ekstra," ujarnya. 
Apabila diasumsikan dalam satu hektare terdapat 18 ribu batang tanaman, dalam satu batang bisa produksi 0,7 Kg cabai dikalikan dengan harga saat ini Rp50 ribu/kg, maka petani mendapatkan keuntungan yang besar. "Hitung sendiri berapa hasilnya yang didapat," kata dia. 

Fenomena harga cabai tinggi dengan hasil produksi yang melimpah sangat jarang terjadi. Seperti saat ini, harga bagus hasil produksi menurun, karena serangan hama ditambah cuaca kurang bersahabat bagi tanaman. 
"Siklus tanaman cabai kali ini, sudah berungkali di serang hama, tapi dibalik itu semua harga sangat bersahabat dengan petani," katanya. 

Perdhana Wibysono

Berita Terkait

Komentar