#jalurmandiri#unila

Unila Targetkan Kuota Jalur Mandiri 2023 Sebanyak 15 Persen

( kata)
Unila Targetkan Kuota Jalur Mandiri 2023 Sebanyak 15 Persen
Rektorat Universitas Lampung. (Foto:Lampost/Andre)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Universitas Lampung (Unila) bakal menargetkan kuota jalur mandiri maksimal 15% di Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2023.

Hal itu disampaikan Plt. Rektor Unila Mohammad Sofwan Effendi bahwa ia beracu pada Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022. Yang salah satunya mengubah substansi dari jalur tesnya itu sendiri.

Sofwan menjelaskan jika jalur penerimaan SNMPTN berubah menjadi jalur prestasi, sedangkan SBMPTN berubah menjadi jalur tes, dan jalur mandiri tetap disediakan tapi dengan teknis yang berbeda.

"Yang dulu namanya SNMPTN sekarang namanya menjadi jalur prestasi dan itu njumlahnya minimal 20%, tahun lalu jalur ini Unila sudah melampaui 27%, dan tahun depan akan kita tingkatkan lagi menjadi 30% untuk yang jalur prestasi ya. Yang kedua dulu namanya SBMPTN sekarang namanya jalur tes, jadi tes itu siapapun yang lolos tes itu lah yang lolos dengan passing grade tertentu, tahun lalu unila sudah lolos 57% untuk basis tes, tahun depan akan kami tingkatkan 60% sampai 65% untuk basis testnya ya," katanya, Sabtu, 24 September 2022.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar kuota jalur mandiri dapat ditekan seminimal mungkin, meski tetap diadakan jalur ini.

"Sehingga sisanya nanti baru jalur mandiri jadi ketika jalur prestasi terpenuhi, jalur tes terpenuhi, baru sisanya berapa nih untuk jalur mandiri, sehingga hitung-hitungan kasar jalur manidir itu 15% Insyaallah paling tinggi kalau syaratnya terpenuhi walaupun diizinkan sampai 30%," jelasnya.

Jalur mandiri tetap dipertahankan sesuai amanat UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.

"Degan jalur mandiri ini kita ingin menarik mahasiswa lokal, maksudnya di Lampung dan sekitarnya perlu bersaing secara internal, kalau tes nasional kan persaingan nasional," tuturnya.

Adapun teknis tranparansi jalur mandiri  sedang disusun oleh Kemendikbudristek, tetapi secara konseptual, ketika jalur prestasi dan jalur tes selesai, maka rektor akan mengumumkan sisa kuota untuk jalur mandiri.

"Kita sinergikan dengan pusat nanti kalau jalur mandiri ada perubahan kriteria kita lapor dengan pusat karena harus koordinasi. Ketika jalur mandiri sudah mulai jalan maka kita akan melibatkam internal pengawas kita dan masyarakat. Jadi nanti ada website yang bisa melaporkan jika terjadi hal-hal di luar mekanisme itu siapapun masyarakat dengan disertai bukti awal bisa melaporkan," jelasnya.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar