#unila#ukt#unjukrasa

Unila Tampung Aspirasi Mahasiswa Soal Subsidi Kuota Internet

( kata)
Unila Tampung Aspirasi Mahasiswa Soal Subsidi Kuota Internet
Unjuk rasa mahasiswa Unila di depan gedung Rektorat. Lampost.co/Umar Robbani

Bandar Lampung (Lampost.co): Usai melakukan audiensi degan pihak Rektorat, BEM Unila masih menunggu kejelasan tentang subsidi kuota internet. Terkait hal itu, pihak Universitas Lampung akan menampung aspirasi tersebut dan kembali mengkaji kebijakan itu.

Warek III Unila Prof Yulianto mengatakan kondisi pandemi saat ini bukan hanya dihadapi mahasiswa, namun menjadi persoalan hampir di semua lapisan masyarakat. Kebijakan juga dibuat agar memotivasi mahasiswa untuk menyelesaikan studi sesuai jenjang program yang ditempuh.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Duduki Rektorat Unila Tuntut Keringanan UKT

“Semua keputusan rektor dibuat untuk mempertimbangkan segala aspek dan kondisi. Dan sebagai calon pemimpin, mahasiswa juga harus mampu berpikir komprehensif, adil, bijak, dan tidak parsial,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2020.

Yulianto berjanji akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan perwakilan mahasiswa untuk kemudian dikaji kembali di tingkat pimpinan mana saja rekomendasi yang dapat diakomodasi. Guru Besar FISIP Unila ini pun berharap, mahasiswa dapat memahami informasi dan wawasan yang didapat selama dialog.

Selain itu, audiensi itu juga membahas sejumlah pasal yang tercantum pada Peraturan Rektor Universitas Lampung Nomor 17 Tahun 2020 tentang Uang Kuliah Tunggal dan Iuran Pengembangan Institusi.

Dalam dialog juga diulas poin-poin pokok yang tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 1663/UN26/KU/2020 tentang Pemberian Keringanan, Pembebasan bagi Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana (S1) Universitas Lampung terkait Pembayaran Uang Kuliah Tunggal atau Uang Kuliah Mahasiswa yang diterbitkan pada 22 Juli 2020.

"Kebijakan UKT dalam Keputusan Rektor Nomor 1663/UN26/KU/2020 dibuat dengan merujuk pada ketentuan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020. Oleh karena itu, surat keputusan yang sebelumnya dibuat sudah tidak lagi berlaku," tegasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar