#RektorUnila#TajukLampost

Unila Menjaga Semangat Kebangsaan

( kata)
Unila Menjaga Semangat Kebangsaan
dok Lampost.co

KAMPUS adalah kawah candradimuka menuju insan mandiri dan berkualitas. Di tempat inilah kelak dilahirkan para pemikir dan pencipta kemajuan suatu bangsa. Maka, sudah sepatutnya jika pemimpin perguruan tinggi pun adalah sosok yang sangat mumpuni dalam bidang akademik dan di luar akademik.

Baru-baru ini provinsi Lampung menjadi perhatian masyarakat karena terdapat sejumlah terduga teroris yang menetap di sini dan sering menggunakan media sosial (medsos) dalam berkomunikasi. Para teroris Lampung itu berafiliasi dengan jaringan sel yang ada di Bekasi.  

Kini, kampus semakin rentan terpapar berbagai ideologi. Menjadi ladang subur dan menjanjikan paham radikalisme. Hal ini disebabkan kampus-kampus belum membentengi dan membekali mahasiswanya dengan semangat paham nasionalisme untuk memfiltrasi segala macam ideologi yang masuk.

Paham radikal menerjang kampus bukanlah isapan jempol. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pada 2017, melakukan kajian terhadap mahasiswa di 15 provinsi. BNPT pun menyatakan 39 persen mahasiswa di tujuh universitas di Indonesia terpapar radikalisme.

Karena itulah, perguruan tinggi mempunyai pekerjaan rumah tidak sedikit. Dalam upaya mencegah radikalisasi di kampus, saat ini sudah selayaknya semua aspek kegiatan dilibatkan. Mahasiswa bisa diberi pelatihan kebangsaan dengan harapan memiliki rasa nasionalisme tinggi sebagai warga negara.

Selain itu, inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari tiga poin yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Perguruan Tinggi.

Dalam konteks itu pula amat wajar jika publik Lampung berharap, rektor terpilih Unila 2019—2023 Aom Karomani dapat menjaga Kampus Hijau dari jamahan kaum radikal. Usai terpilih menjadi rektor Unila yang baru ia berkomitmen dan fokus melaksanakan visi dan misi.

Unila telah menetapkan tekad melanjutkan dharma membangun Unila dan bangsa secara bersama-sama. Pada rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Unila 2005—2025 telah ditetapkan visi Unila yaitu pada 2025 Unila menjadi perguruan tinggi sepuluh terbaik di Indonesia.

Sejalan dengan misi pembangunan pendidikan nasional serta kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unila telah pula menetapkan misi dalam RPJP Unila 2005—2025 yaitu menyelenggarakan tri dharma PT yang berkualitas dan relevan, menjalankan tata pamong organisasi Unila yang baik (good university governance), menjamin aksesibilitas dan ekuitas pendidikan tinggi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri.

Sebab itu, kepada rektor terpilih selamat bertugas mengemban amanah segenap sivitas Unila serta publik Lampung. Visi top ten university harus menginspirasi dan memotivasi sivitas akademika Unila untuk terus meningkatkan kiprahnya dalam pembangunan peradaban sekaligus menjaga semangat kebangsaan. n

Tim Redaksi Lampung Post



Berita Terkait



Komentar