#UNILA#BANDARLAMPUNG

Unila Kembangkan Biochar dari Limbah Biomassa Jagung

( kata)
Unila Kembangkan Biochar dari Limbah Biomassa Jagung
PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG. Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung saat mengunjungi Desa Bangunsari, Kecamatan Negerikaton, Pesawaran, Minggu, 9 Mei 2021. Di desa tersebut tim akan memanfaatkan limbah biomassa ja


Pesawaran (Lampost.co) -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung menyiapkan program Pengabdian Desa Binaan untuk membantu menjawab permasalahan di desa melalui kegiatan penelitian. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah biomassa jagung yang belum termanfaatkan secara optimal.

"Perlu pengembangan dalam mencari solusi pemanfaatan yang tepat guna sehingga limbah tersebut dapat menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi. Salah satu potensi pemanfaatan limbah biomassa jagung oleh tim Unila adalah pemanfaatan limbah biomassa jagung sebagai bahan baku pembuatan biochar (arang hayati)," kata Kepala Pusat Penelitian Energi dan Biomassa LPPM Unila, Wahyu Hidayat, dalam keterangan tertulis ke Lampost.co, Minggu, 9 Mei 2021. 

Untuk itu, tim mengunjungi Desa Bangunsari, Kecamatan Negerikaton, Pesawaran, Minggu, 9 Mei 2021, yang menjadi salah satu desa yang terlibat dalam program Pengabdian Desa Binaan. Kunjungan tim LPPM Unila yang diketuai Sri Yusnaini (dosen Ilmu Tanah), Agus Haryanto (dosen Teknik Pertanian), dan Gusri Akhyar Ibrahim (dosen Teknik Mesin) tersebut dalam rangka koordinasi program penelitian dan pengabdian di desa tersebut.

Desa Bangunsari yang memiliki luas wilayah 362,5 ha dengan 83% di antaranya merupakan lahan pertanian. Jagung (Zea mays) menjadi komoditas unggulan Desa Bangunsari.
 
"Petani di sini banyak menanam jagung dengan jumlah produksi sekitar 40 ribu ton/tahun. Jagung merupakan bahan baku berbagai produk seperti tepung jagung (maizena), pati jagung, minyak jagung, dan pakan ternak," ujar Kades Bangunsari Suwadi.

Dia menjelaskan dalam setiap panen menghasilkan jagung (rendemen) sekitar 65%, sementara 35% adalah limbah berupa batang, daun, kulit, dan tongkol jagung. "Dari total produksi 40 ribu ton per tahun menghasilkan limbah jagung sekitar 10 ribu ton. Mayoritas petani membuang atau membakar limbah biomassa jagung. Kami belum memanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan nilai ekonomisnya," katanya. 

Untuk itu, LPPM Unila berupaya mengembangkan dan memanfaatkan limbah biomassa jagung itu sehingga dapat menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi. Tim Unila akan memanfaatkan limbah biomassa jagung sebagai bahan baku pembuatan biochar (arang hayati). 

"Biochar merupakan produk padat dari proses pirolisis biomassa yang ramah lingkungan dan ekonomis. Selain itu, dapat menggunakannya untuk berbagai tujuan, seperti remediasi tanah, pengelolaan limbah, pengurangan gas rumah kaca, dan produksi energi. Limbah batang dan tongkol jagung merupakan limbah biomassa potensial untuk menjadi bahan biochar," ujar Agus Haryanto.

Sri Yusnaini menambahkan biochar limbah biomassa jagung mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dan pH di tanah ultisol sehingga cocok menjadi bahan pembenah tanah. “Beberapa hasil penelitian menunjukkan penambahan biochar limbah biomassa jagung mampu meningkatkan pH tanah dan serapan hara P tanaman, sekaligus mengurangi pemupukan NPK menjadi 75%,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Teknologi Hasil Pertanian, Udin Hasanudin, yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut menyebutkan belum ada penerapan pemanfaatan biochar limbah pertanian untuk kegiatan pertanian ramah dan petani juga belum mengenalnya secara luas. Hal itu juga terjadi Desa Bangunsari sehingga diseminasi teknologi produksi biochar tepat guna sangat perlu dengan memanfaatkan limbah biomassa jagung yang melimpah di Desa Bangunsari. 

"Pemanfaatan limbah biomassa jagung menjadi biochar dapat memberikan keuntungan ganda, seperti mengonversi limbah menjadi bahan yang bermanfaat besar, memberikan nilai tambah (added value) limbah, dan mengurangi dampak lingkungan dari limbah biomassa tongkol jagung itu sendiri," katanya.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar