#radikalisme#unila

Unila Gelar Kuliah Umum Pendidikan Anti Radikalisme

( kata)
Unila Gelar Kuliah Umum Pendidikan Anti Radikalisme
Unila bersama Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) menggelar kuliah umum pendidikan anti radikalisme pada generasi milenial, Rabu, 28 April 2021. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Unila bersama Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) menggelar kuliah umum pendidikan anti radikalisme pada generasi milenial, Rabu, 28 April 2021.

Pada kesempatan itu, Kepala BAIS, TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, mengatakan generasi milenial menjadi kalangan yang rentan menjadi target penyebaran paham radikal. Untuk itu generasi milenial perlu mengenali perkembangan paham radikalisme dan terorisme.

Ia menjelaskan, radikalisme menyebar memanfaatkan berbagai platform digital yang populer di anak muda. Pada puncaknya, paham radikalisme akan diwujudkan pada tindakan intoleransi dan terorisme.

Tujuannya adalah mengganggu stabilitas sosial di masyarakat hingga menimbulkan perpecahan. Untuk itu perlu ada kerjasama berbagai pihak untuk melawan paham tersebut. "Generasi milenial harus menjadikan UUD dan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FISIP Unila, Ida Nurhaida, menyampaikan Indonesia saat ini tengah menghadapi bonus demografi. 

Jika mampu dikelola dengan baik, maka akan bisa mendorong negara lebih produktif dan maju. Dengan demikian kelompok milenial atau usia produktif terpapar radikalisme akan menghilangkan potensi tersebut.

"Radikalisme ini bisa mengganggu potensi demografi Indonesia, sehingga bonus demografi tidak bisa dimaksimalkan," jelasnya.

Rektor Unila, Prof Karomani, mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari program FRPKB untuk mensosialisasikan deradikalisasi di lingkungan kampus.

Ketua FRPKB itu juga menyampaikan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin. Sehingga, penyebaran radikalisme di kampus bisa semakin diredam.

"Kegiatan ini selalu melibatkan semua universitas yang tergabung. Ada 47 rektor yang tergabung, artinya ada 47 perguruan tinggi," pungkasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar