#unila

Unila Gelar Restorative Justice kepada Pencuri Mesin Penggiling Padi

( kata)
Unila Gelar <i>Restorative Justice</i> kepada Pencuri Mesin Penggiling Padi
Pihak Unila dan pencuri lakukan restorative justice yang dimediasikan oleh pihak Polresta Bandar Lampung. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) melakukan restorative justice atau menyelesaikan konflik hukum dengan menggelar mediasi diantara korban dan terdakwa.

Sebelumnya, Unila menangkap tiga pencuri mesin penggiling padi. Aksi mereka diketahui dilakukan pada siang hari. Unila pun sudah menempuh jalur yuridis yakni hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

"Karena Unila juga memikirkan satu hal sosiologisnya yaitu tentang kemanusiaan. Untuk menciptakan generasi muda yang nantinya untuk memimpin bangsa ini ke depan, Unila perlu pemikiran yang adil dan bijaksana. Itu yang harus dikedepankan," kata Direktur Pos Bantuan Hukum IKA Unila, Osep Dody saat dilakukan mediasi di Ruang Sidang Fakultas Pertanian Unila, Jumat, 12 Agustus 2022.

Selain itu, ketiga pelaku adalah kepala rumah tangga. Hal itu menjadi alasan dilakukan restorative justice dengan membebaskan mereka dari pidana. 

"Sepanjang mereka menyesali perbuatannya dan berjanji pastinya untuk tidak mengulangi lagi. Karena dalam perjanjian perdamaian itu ada pernyataan yang mereka buat. Mereka berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan itu," tuturnya. 

Di sisi lain, Dekan Fakultas Pertanian Unila, Prof. Irwan Sukri Banuwa mengatakan langkah tersebut diambil karena ada dasar kemanusiaan. 

"Bahwa arahan Pak Rektor atas dasar kemanusiaan terlaksana restorative justice pada hari ini," katanya. 

Baca juga: Komplotan Pencurian Mesin Giling Milik Unila Ditangkap

Ia menjelaskan pada kasus pidana seperti ini, biasanya korban tidak mengambil langkah perdamaian (restorative justice), harusnya yang mengambil langkah perdamaian adalah pelaku (pencuri). 

"Atas dasar kemanusiaan dan ini momentum luar biasa. Kami wajib bersyukur kepada Jatanras Kapolres Bandar Lampung," jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Kanit Jatanras Polresta Bandar Lampung Iptu Sunarto mengatakan memang beberapa kasus bisa dilakukan restorative justice sebelum masuk ke pengadilan. 

"Syaratnya seperti korban mencabut laporannya, dan salah satunya juga itu bukan pasal pengulangan. Jadi, pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan pelaku tidak pernah dihukum pidana," tuturnya. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar