#Unila#KPK#PerguruanTinggi

Unila Dukung Pengelolaan Bersih Jadi Indikator Akreditasi

( kata)
Unila Dukung Pengelolaan Bersih Jadi Indikator Akreditasi
Penanganan deklarasi antikorupsi oleh Rektor Unila Prof Karomani bersama Wakil Ketua KPK Nurul Gufron, Kamis, 13 Februari 2020. (Umar Robbani/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Lampung (Unila) dukung pengelolaan bersih sebagai indikator akreditasi kampus. Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor Unila Prof Karomani usai seminar nasional senergitas KPK bersama perguruan tinggi dalam pencegahan korupsi, Kamis, 13 Februari 2020.

Hal itu sebagai respon dari pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Gufron saat menyampaikan materi dalam seminar tersebut. Menurut Karomani hal itu merupakan gagasan yang baik bagi perguruan tinggi.

Menurutnya kini sudah terdapat sembilan standar dalam penentuan akreditasi perguruan tinggi. Jika ditambah denga ide tersebut maka akan semakin kompleks.

"Ditambah satu standar memasukan pengelolaan yang bersih dari a sampai z di perguruan tinggi itu keren banget, saya setuju," kata dia.

Ia juga mendukung dimasukannya materi anti korupsi di dalam kurikulum. Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong pengelolaan yang bersih sebagai cerminan bagi mahasiswa.

Sebelumnya, Nurul Gufron menyebut akan mengajukan pengelolaan yang bersih sebagai indikator akreditasi. Hal itu agar tercermin budaya anti korupsi sejak perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi sebagai pencetak sarjana yang akan menjadi pejabat mesti memiliki pengelolaan yang bersih agar melahirkan pejabat yang memiliki etika dan akuntabilitas nantinya," pungkasnya.

Kegiatan seminar tersebut ditutuo dengan pembacaan deklarasi dukungan anti korupsi oleh civitas akademika Unila bersama sejumlah pejabat Pemprov Lampung yang hadir. Deklasri tersebut kemudia ditandangani oleh Rektor Unila Orof Karomani dan Wakil Ketua KPK Nurul Gufron.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar