#humaniora#unila#pecat2psertaSnmptn#beritalampung

Unila Diskualifikasi 2 Peserta SNMPTN Mark-up Nilai

( kata)
Unila Diskualifikasi 2 Peserta SNMPTN Mark-up Nilai
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lampung, M. Komarudin. (Foto:Lampost/Triyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Universitas Lampung mendiskualifikasi 2 orang calon mahasiswa baru peserta di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun akademik 2019/2020 karena terbukti melakukan kecurangan atau melakukan mark up nilai saat pendaftaran.

Sampai pemanggilan kepala sekolah untuk klarifikasi sampai tanggal 12 Juni 2019, ada 2 sekolah asal Bekasi dan Tulangbawang yang terbukti melakukan pelanggaran dan dikenai sanksi blacklis. Sementara sekolah lainnya setelah dilakukan klarifikasi dan disimpulkan bahwa prosesnya clear, ada beberapa perbedaan nilai tapi perbedaan tersebut tidak menyebabkan yang bersangkutan digugurkan.

Humas Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lampung, M. Komarudin mengatakan sanksi tegas tersebut diberikan karena melakukan rekayasa data pengisian nilai antara Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan raport asli. Dalam verifikasi SNMPTN tersebut secara total menemukan 133 orang di 65 sekolah yang melakukan pelanggaran.

"Kita sudah memanggil kepala sekolah yang diduga bemasalah atau terindikasi ada perbedaan nilai raport untuk klarifikasi. Didapatkan 2 orang peserta yang melakukan markup nilai sehingga digugurkan status mahasiswanya. Seorang dari Lampung dan seorang dari luar Lampung," katanya kepada Lampost.co, Kamis (13/6/2019).

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Lampung, Prof Bujang Rahman mengatakan pihaknya merasa prihatin atas hal ini. Ini bukan yang pertama sudah sering terjadi setiap tahun. Tingkat kepercayaan nilai raport tentu saja berkurang. 
"Kita berharap menjadi pembelajaran bagi semua sekolah, dinas pendidikan untuk berhati hati dan tidak melakukan hal hal yang diluar ketentuan. Karena kita kasian kepada peserta didiknya, sudah diterima lewat snmptn tiba tiba ada manipulasi data maka terpaksa didiskualifikasi kelulusannya," kata Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Lampung. 

Triyadi Isworo

Berita Terkait

Komentar