#unila#humaniora#ukt

Unila Berikan Potongan dan Banding Golongan UKT

( kata)
Unila Berikan Potongan dan Banding Golongan UKT
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila melakukan gerakan daring menggunakan hastag #UnilaPHP. Hal tersebut karena pihak kampus dianggap tidak memenuhi tuntutan mahasiswa.

Terkait hal itu, Wakil Rektor II Asep Sukohar mengungkapkan tuntutan yang diminta adalah terkait pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) dan fasilitas kuota internet. Namun, lanjutnya, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan tentang hal tersebut.

Ia menjelaskan, Rektor Unila telah mengeluarkan edaran soal kebijakan pemotongan UKT. Pemotongan diberikan kepada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. "Untuk kebijakan itu kita siap Rp13 miliar lebih di tahun ajaran ini," kata dia, Rabu, 20 Mei 2020.

Untuk mahasiswa yang belum memasuki semester akhir, pihaknya membuka kesempatan banding golongan. Mahasiswa yang kesulitan membayar UKT karena terdampak Covid-19 bisa mengajukan banding penurunan UKT.

Kebijakan tersebut, diperuntukan bagi mahasiswa dengan UKT golongan 4-8. Pengajuan disampaikan dengan memberikan bukti terdampak Covid-19.

"Sejak awal dikeluarkan, setiap harinya ada 3-5 mahasiswa yang mengajukan banding UKT, yang sudah diajukan ini sedang kita pertimbangkan," terangnya.

Ia menjelaskan, jika pemotongan UKT diberikan merata dikhawatirkan akan mengganggu operasional perguruan tinggi. Untuk itu ia harap mahasiswa bisa berpikir secara bijak.

"Opsi yang kita siapkan adalah penundaan pembayaran dan keringanan denda keterlambatan," jelasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar