#humaniora#unila#opini

Unila Bekali Dosen dan Petugas Informasi Cara Menulis Opini

( kata)
Unila Bekali Dosen dan Petugas Informasi Cara Menulis Opini
Warek Bidang Perencanaan Kerja Sama Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila Mahatma Kufepaksi (tiga kanan), Plt. Kabiro Perencanaan Sariman, Kabag Informasi Suratno, serta guru besar Unila yang juga penulis opini produktif Sudjarwo.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Universitas Lampung menyelenggarakan pelatihan penulisan opini bagi dosen dan petugas informasi di lingkungan kampus hijau tersebut, Kamis, 12 September 2019, di gedung rektorat Unila. Pelatihan diikuti sebanyak 60 peserta dari utusan fakultas, pascasarjana, UPT, lembaga, dan biro.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila Mahatma Kufepaksi mengatakan pelatihan penulisan opini dilaksanakan agar para dosen dan petugas informasi Universitas Lampung mengenal tulisan opini dan selanjutnya memiliki kemampuan menyampaikan ide atau gagasan terhadap suatu persoalan yang terjadi dalam bentuk tulisan opini.

"Kompetensi menulis opini ini penting dimiliki para dosen di Unila. Sebab, menulis jurnal untuk keperluan akademik berbeda dengan menulis opini yang dikemas dengan bahasa yang populer dan dibaca oleh publik. Jadi para peserta setelah mengikuti pelatihan menulis ini harus mampu menyampaikan gagasannya. Tentu gagasan yang disampaikan ke publik nanti ada yang setuju dan tidak sehingga akan menimbulkan diskusi lebih lanjut," kata Mahatma.

Selain Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila Mahatma Kufepaksi, hadir juga pada pelatihan itu Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila Sariman, dan  Kabag Informasi dan Humas Suratno. Sementara narasumber yang mengisi pelatihan pada hari pertama, yakni guru besar Unila yang juga penulis opini produktif Sudjarwo dan  Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain.

Sudjarwo menyatakan menulis opini di media massa merupakan cara untuk menuangkan gagasan penulis yang subjektif. Akan tetapi, penulis opini harus memahami unsur-unsur dalam menulis opini.

"Nilai yang dipegang pers atau media massa dan sikap yang diambil penulis terhadap suatu masalah atau peristiwa menjadi dasar seorang menulis opini. Dari nilai dan sikap tersebut, akan membentuk persepsi penulis," kata Sudjarwo.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain mengungkapkan tulisan opini mensyaratkan aktualitas dan kebaruan. “Kebaruan adalah hal-hal baru yang belum banyak terungkap atau belum ada orang lain yang  mengungkapkannya,” kata dia.

Wiji Sukamto

Berita Terkait

Komentar