#internasional#plastik#unieropa#dibatasi

Uni Eropa Setujui Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

( kata)
Uni Eropa Setujui Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Ilustrasi (Google image)

JAKARTA (Lampost.co)--Anggota parlemen Uni Eropa menyetujui larangan penggunaan produk plastik sekali pakai di seluruh wilayah Uni Eropa. Produk plastik seperti sedotan dan peralatan makan, telah mengotori lautan dunia.

Sebelumnya, rancangan aturan sudah disepakati dalam negosiasi dengan negara-negara anggota dan pejabat Uni Eropa. Begitu mendapat persetujuan dari parlemen Uni Eropa, maka proses pengesahan undang-undang menjadi lebih cepat. Adapun larangan penggunaan plastik sekali pakai diberlakukan pada 2021.

Wakil Presiden Komisi Uni Eropa, Frans Timmermans, mengatakan Uni Eropa tidak masuk dalam daftar kontributor polusi plastik. Namun, terobosan itu diyakini menjadi contoh global.

"Negara-negara Asia sangat tertarik dengan apa yang kami lakukan. Begitu juga dengan negara-negara Amerika Latin. Meskipun kontribusi Uni Eropa terhadap polusi plastik global relatif sedikit, namun perubahan model ekonomi ini pasti memiliki dampak luas," ujar Timmermans, Kamis (28/3/2019).

Aturan hukum akan disahkan Majelis Eropa yang bermarkas di Strasbourg, Perancis. Selain larangan terhadap belasan jenis produk plastik sekali pakai yang mempunyai alternatif, Uni Eropa turut mendorong negara-negara anggota mengurangi penggunaan kemasan plastik. Sekaligus, memperkenalkan aturan pelabelan yang lebih ketat.

Ketentuan regulasi menetapkan target pengumpulan 90% botol plastik hingga 2029. Nantinya botol plastik harus diproduksi dengan 25% bahan daur ulang pada 2025, dan kemudian meningkat menjadi 30% pada 2030.

Di samping itu, aturan yang menegaskan pengotor membayar denda kebersihan juga diperkuat. Termasuk, produsen rokok yang harus mendukung upaya daur ulang saringan yang terbuang. Menurut Komisi Uni Eropa, sejumlah produk yang dilarang undang-undang mewakili 70% limbah yang mengalir ke lautan dunia. Kondisi tersebut jelas mengancam kehidupan satwa liar dan perikanan.

MI



Berita Terkait



Komentar