#umkm#ekonomilampung

UMKM Lampung Tembus Pasar Singapura

( kata)
UMKM Lampung Tembus Pasar Singapura
Tangkapan layar webinar UMKM Lampung Menembus Pasar Singapura, Jumat, 10 September 2021.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lampung terus didorong untuk bisa menembus pasar ekspor, salah satunya Singapura.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Singapura, Anastuty K, mengatakan Singapura menjadi pasar yang potensial bagi Indonesia, karena jaraknya yang berdekatan. Perdagangan internasional itu saat ini dilakukan mulai dari batu mulia/perhiasan, perikanan, sayur dan buah, furnitur, kopi dan lainnya. 

"Dalam meningkatkan ekspor itu, BI Singapura bertugas mencarikan lokasi tempat pameran, mencari aggregator dan importir, bisnis partner, mencari kurator, serta menyelenggarakan pameran yang bertujuan menghadirkan produk UMKM secara langsung," kata Anastuty, saat webinar UMKM Lampung Menembus Pasar Singapura, Jumat, 10 September 2021.

Namun, ada hal-hal yang perlu disiapkan UMKM untuk menembus pasar ekspor, yakni kualitas produk (pengemasan produk dan kualitas, kapasitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan kapabilitas SDM (pemahaman platform e-commerce, pembuatan sarana promosi berbasis digital dan penguasaan bahasa asing).

"Kuncinya ada pada kesiapan UMKM untuk bisa hadir di perdagangan internasional. Kemudian sabar karena semua butuh proses," katanya

Founder Netasia Singapore, Sripeni Puspasari, mengatakan kiat-kiat produk UMKM menembus pasar Singapura diantaranya memahami pasar dan regulasi, memahami konsumen, serta produk UMKM sesuai. Di Singapura banyak acara festival yang banyak menarik geliat perekonomian. 

"Produk Indonesia menyuguhkan kebaruan dan kekhasan. Pelaku UMKM juga bagus membuat produknya. Disini fokusnya supply and demand," katanya.

Founder dan CEO Krakatoa, Sabrina Mustopo mengatakan sektor kakao sangat luas dan memberikan efek terhadap hidup masyarakat luas. Untuk itu Krakatoa terintegrasi pada usaha yang menghubungkan secara langsung antara petani dan pembeli. 

Kemudian memberikan pelatihan gratis dan alat pertanian kepada para petani kecil sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani serta berkesinambungan dan meningkatkan kualitas.

"Di Lampung kami memberikan pelatihan kepada 500 petani di daerah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Salah satu tujuan kami untuk mengurangi pertanian ilegal yang merambah hutan. Krakakoa satu-satunya pembuat cokelat Indonesia yang memenangkan penghargaan Academy of Chocolate dan penghargaan Desain Red Dot," katanya

 

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar