UMKMLampung

UMKM Lampung Harus Tingkatkan Pengetahuan Teknologi

( kata)
UMKM Lampung Harus Tingkatkan Pengetahuan Teknologi
dok Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung telah menyosialisasikan teknologi informasi guna memajukan perekonomian Indonesia khususnya di Provinsi Lampung tak terkecuali bagi pelaku koperasi dan UMKM selama pandemi. 

Ia juga menjelaskan akibat dari pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2020 secara nasional terkontraksi minus 5,32 persen dan untuk provinsi Lampung pertumbuhan ekonomi provinsi Lampung triwulan II/2020 mengalami kontraksi sebesar 3,57 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di provinsi Lampung sedang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Penurunannya juga cukup terasa jika dibandingkan 2020 dan 2019,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu, Minggu, 9 Agustus 2020.

Lebih lanjut ia menerangkan, saat ini pemerintah sedang mengupayakan pertumbuhan kembali perekonomian daerah melalui stimulus untuk sektor UMKM termasuk koperasi hingga korporasi. Dan saat ini, untuk sektor, ia mengatakan untuk UMKM dan koperasi, pemerintah pusat menganggarkan Rp123,46 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) sektor koperasi dan UMKM.

"Yang jelas nanti Provinsi Lampung akan mendapatkan bagian anggaran tersebut untuk UMKM dan koperasi," katanya. 

Koperasi dan UMKM, tambah dia, harus terus mengembangkan pengetahuan teknologi serta kesiapan dalma menghadapi perkembangan. Sebab, pengembangan teknologi tidak hanya didasari tersendak karena Corona. Namun, SDM yang harus di patenkan.

"Pelaku koperasi dan UMKM harus sadar dan paham dalam dunia digital guna mempromosikan produk. Meskipun tidak mudah untuk pelaku UMKM yang awam akan internet, tapi zaman telah berkwmbang kita harus terus ikuti," jelasnya.

Ia menjelaskan, secara nasional telah dijelaskan akan komitmen untuk membantu koperasi mengatasi permasalahan mendasar seperti akses pasar, peningkatan kualitas produksi dan inovasi, percepatan pembiayaan dan investasi hingga pengembangan kapasitas dan skala koperasi.

“Salah satu kebijakan afirmatif nasional yang nanti akan dikembangkan ke daerah adalah kemudahan akses pembiayaan kepada koperasi juga telah diterbitkan PermenkopUKM (Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 tahun 2020 tentang Penyaluran Pinjaman) dimana LPDB KUMKM 100 persen,” ujar dia.  

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar