#minyakgoreng#hargapangan

UMKM Kuliner di Bandar Lampung Manfaatkan Jatah Pembelian 18 Liter Minyak Goreng

( kata)
UMKM Kuliner di Bandar Lampung Manfaatkan Jatah Pembelian 18 Liter Minyak Goreng
Pelaku UMKM di bidang usaha kuliner membeli minyak goreng di CV. Jaya Makmur Sentosa produk Sania, Jalan Ki Agus Anang, Panjang, Bandar Lampung, Senin, 21 Februari 2022. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) khusus di bidang kuliner mendapatkan jatah pembelian minyak goreng kemasan 18 liter di CV. Jaya Makmur Sentosa, di Jalan Ki Agus Anang, Panjang, Bandar Lampung.

Setiap pelaku UMKM hanya boleh membeli sebanyak tiga sampai lima dus isi 18 buah dengan harga Rp13.500/liter. Mereka disyaratkan membawa fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan mencantumkan nomor telepon. 

CV. Jaya Makmur Sentosa mendistribusikan minyak goreng milik Wilmar Group yang berada di Serang, Banten. Wilmar merupakan produsen minyak goreng kemasan merek Sania, Siip, Sovia, Mahkota, Ol'eis, Bukit Zaitun, Goldie, Fortune, dan Camilla. Produsen telah menyiapkan kuota sebanyak 140 ton minyak goreng untuk kebutuhan sebulan.

"Masing-masing UMKM sudah terdaftar langsung di distributor untuk mendapatkan minyak goreng. Untuk hari ini ada 75 UMKM yang membeli minyak goreng. Kita bantu agar usahanya bisa hidup. Kami juga minta kabupaten/kota untuk aktif jemput bola mencari minyak goreng," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Muhammad Zimmi Skil, Senin, 21 Februari 2022. 

Baca: Pemprov Lampung Siapkan Minyak Goreng 18 Liter Khusus UMKM

 

Sementara itu, perajin Aneka Kripik Sayuran, Ariana menyebut butuk 10 liter minyak goreng per hari untuk memproduksi kripik. Dia mengaku sudah dua minggu usahanya berhenti lantaran tidak mendapatkan minyak goreng. 

"Omzet sehari bisa dapat Rp200 ribu, tapi sudah dua minggu ini enggak jualan, karena enggak ada minyak goreng," kata warga Tanjungkarang Pusat tersebut.

Hal senada diungkapkan Istiana, perajin kembang gula. Ia menjelaskan dalam sehari membutuhkan minimal lima liter minyak goreng.

"Ini cuma dapet lima dus, satu dus isi 18 liter. Penginnya kita harga normal dan stok tersedia," pungkas dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar