#umkm#ekonomilampung

UMKM Dinilai Perlu Penguatan Pengelolaan Keuangan

( kata)
UMKM Dinilai Perlu Penguatan Pengelolaan Keuangan
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Ernie Hendrawaty.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu penguatan sistem pengelola keuangan. Pencatatan keuangan diperlukan guna menelusuri pertumbuhan UMKM dan mengetahui persoalan keuangan yang sedang dialami.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Ernie Hendrawaty, mengatakan pengelolaan keuangan merupakan salah satu persoalan klasik yang dialami UMKM. Untuk mengatasi persoalan tersebut diperlukan pendekatan dari pelaku UMKM, hubungan dari perbankan dan payung hukum pemerintah.

"UMKM perlu melakukan pembenahan laporan keuangan. Persoalannya terkadang UMKM tidak melakukan pencatatan dan pembukuan transaksi keuangan sehingga sulit mengukur perkembangan UMKM itu," kata Ernie, saat talkshow Ekonomic Corner Metro Tv Lampung bersama Wakil Pimpinan Redaksi Lampung Post, Dominikus Widodo.

Ia mengatakan hubungan dari perbankan dan pemerintah tidak kurang-kurang memberikan bantuan untuk mengembangkan UMKM yang harapannya bisa naik kelas. Kemudian harus diedukasi agar keuangan keluarga tidak digabung dengan bisnis. Bila aktivitas keuangan terdokumentasikan dengan baik maka UMKM akan mudah mengukur profit.

"Kata kuncinya harus melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Kemudian pintar-pintar mengalokasikan prioritas mana yang keuntungannya untuk diinvestasikan meningkatkan kapasitas usaha dan yang untuk pemilik usaha guna pengembalian modal. Ada perencanaan, pengelolaan, evaluasi dan prioritas alokasi usaha," katanya.

Pendampingan dan pelatihan untuk pengelola keuangan juga harus dilakukan sesuai dengan persoalan UMKM. Mulai dari dasar pengelolaan keuangan, keterampilan pencatatan/pembukuan keuangan, dan kemampuan pasar untuk ekspansi.

"Dalam pendampingan dan pelatihan ada langkah tripelhelix meliputi kemitraan dengan perguruan tinggi, pemerintah dan swasta. Kombinasi dari pihak-pihak ini yang diharapkan bisa mengurai persoalan UMKM yang kompleks," katanya

Apalagi Bank Indonesia memberikan peta jalan yakni UMKM Potensial, UMKM Link to Fainance, UMKM go Digital dan UMKM go Eksport. Harapannya kualitas produk bisa dimaksimalkan dan standarisasi produk bisa ditingkatkan. Sejauh ini peta jalan sudah on the track sehingga UMKM bisa naik kelas.

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, Kanwil DJBC Sumatra Bagian Barat.

 

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar