#pesisirbarat

UMKM di Pesisir Barat Belum Dapat Bantuan Modal

( kata)
UMKM di Pesisir Barat Belum Dapat Bantuan Modal
Kabid Koperasi UMKM Diskoperindag Pesisir Barat, M Irsyad, saat diwawancarai di ruang kerja, Senin, 4 Juli 2022. (Lampost.co/Yon Fisoma)


Krui (Lampost.co) -- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pesisir Barat hingga kini belum dapat bantuan modal.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM Diskoperindag Pesisir Barat M Irsyad, mengungkapkan hingga kini belum ada bantuan dana yang diberikan untuk para perajin dan pelaku usaha tapis di kabupaten itu. Menurutnya, yang dilakukan sejauh ini sebatas pelatihan.

"Belum ada bantuan modal dana. Hanya memang kemarin Pemprov Lampung mengatakan ada bantuan benang emas kepada pelaku usaha tapis di Pesibar. Namun, sampai sekarang belum diterima oleh mereka, mungkin menunggu peresmian kampung tapis di Pesisir Barat yang akan dilakukan oleh bupati," ujar Irsyad di kantor Diskoperindag Pesisir Barat, Senin, 4 Juli 2022.  

Menurutnya, sampai saat ini ada 250 pelaku usaha kain tapis di kabupaten itu. Irsyad menyebutkan Pekon Waysindi, Kecamatan Karyapenggawa merupakan pekon tapis di kabupaten Pesisir Barat. 

"Ada tiga kabupaten yang berdasarkan SK gubernur Lampung ditetapkan menjadi kampung tapis yaitu Pesisir Barat, Tanggamus, dan Pesawaran. Kampung tapis di Pesisir Barat yaitu Pekon Waysindi. Kami di dinas ini hanya mengelola data. Koperasi yang mengelola pemasaran tapis tersebut," kata Irsyad. 

Menurutnya, belum adanya bantuan pemkab dalam pemberian modal itu menyebabkan para pelaku UMKM langsung berhubungan dengan bank melalui program kredit usaha rakyat (KUR).

Pihaknya berencana duduk satu meja bersama para OPD terkait, pihak perbankan, dan pelaku UMKM termasuk pengusaha tapis untuk mencari solusi terbaik bagi modal para pelaku usaha tersebut. 

"Kami memang belum sampai di situ. Kami baru sebatas pembinaan pembinaan seperti pelatihan UMKM," ujarnya. 

Irsyad menjelaskan secara keseluruhan tercatat pada 2021 terdapat 5.202 pelaku UMKM di Pesisir Barat. Kemudian, setelah direvisi data jumlah itu bertambah menjadi sekitar enam ribu pelaku UMKM yang ada di kabupaten itu. 

Irsyad menambahkan dari total jumlah itu, hanya sekitar 1.000 pelaku usaha yang aktif  mengikuti program pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Sementara lainnya lebih memilih usaha secara mandiri. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar