resesidinasumkm

UMKM dan Pertanian Lampung  Bersiap Hadapi Resesi

( kata)
UMKM dan Pertanian Lampung  Bersiap Hadapi Resesi
FOTO: Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu. Triyadi Isworo/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Indonesia memasuki resesi. Pertumbuhan triwulan II untuk nasional -5,32% (Lampung -3,57%). Triwulan III yang berakhir September dipastikan pertumbuhan juga akan negatif. Untuk Lampung, dari pengalaman triwulan II sektor yang tetap bertumbuh adalah pertanian. Maka, semua pihak harus tetap menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas pertanian. 

Pengalaman sebelumnya, sektor pertanian Lampung menunjukkan ketangguhannya melawan krisis ekonomi 1998 dan 2008. UMKM juga terbukti lebih tahan krisis dibandingkan korporasi besar. Tidak bisa lagi harapkan kontribusi investasi dalam situasi pandemi saat ini.

Cara lain percepat pengeluaran pemerintah dengan mendorong peningkatan serapan anggaran. Dana yang ada di kas pemda harus segera dibelanjakan untuk memutar roda ekonomi. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Agus Nompitu mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil evaluasi data yang akan dilihat pada triwulan III untuk Provinsi Lampung.

Ia juga akan mengambil langkah ektraordinari supaya ekonomi tetap stabil dan UMKM tidak jatuh terpuruk baik melalui kebijakan fiskal maupun moneter. 

"Termaksud untuk UMKM di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebaginya. Harus menjadi salah satu sektor yang menopang produk domestik regional kita. Maka sektor ini menjadi perhatian serius," katanya di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 28 September 2020.

Sektor-sektor strategis di bidang ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan dan UMKM harus terus didorong serta disentuh agar terus hidup dan bertahan dalam kondisi perekonomian ditengah pandemi covid-19.

Para pelaku perekonomian juga terus berkontribusi dan berpengaruh pada produk domestik regional bruto. Program-program pemulihan ekonomi juga terus digencarkan kepada seluruh masyarakat.

"Dengan anggaran yang terbatas kita melakukan stimulan bagi pelaku UMKM, seperti pengadaan masker, face shield, hand sanitizer dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan untuk dana bantuan langsung tunai sebesar Rp.2,4 juta dari Pemerintah Pusat untuk 12 juta pelaku UMKM diseluruh Indonesia, pihaknya sudah mengusulkan 120 ribu pelaku UMKM kepada pemerintah pusat. Sebelumnya Provinsi Lampung mengusulkan sebanyak 35.000 UMKM kepada pusat agar menerima dana bantuan langsung tunai sebesar Rp.2,4 juta. Namun yang disetujui pusat sebanyak 30.253 UMKM dengan rincian 22.655 UMKM untuk tahap I dan 7.598 UMKM untuk tahap II.

"Sampai saat ini kita masih menunggu siapa saja yang berhak menerimanya. Kita menunggu surat penetapannya. Masyarakat yang mempunyai usaha warung atau apapun boleh mengusulkan, buat surat izin keterangan usaha di kelurahan setempat kemudian ajukan kepada kita," katanya. 

 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar