#lampungbarat

UMK Lambar Diusulkan Naik Rp10 ribu

( kata)
UMK Lambar Diusulkan Naik Rp10 ribu
Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Naker Lampung Barat, Daman Nasir, saat diwawancarai jurnalis di ruang kerja, Selasa, 23 November 2021. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Menyikapi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung yang ditetapkan naik Rp8000, maka dewan pengupahan Kabupaten Lampung Barat merumuskan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Lampung Barat tahun 2022 direncanakan naik sebesar Rp10.136,63 atau naik sebesar 0,4012 % dari UMK tahun 2021 yaitu Rp2.526.545,75 menjadi Rp2.536.682,38.

Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Naker Lampung Barat, Daman Nasir, mengatakan besaran rencana kenaikan itu dilakukan berdasarkan rumusan dari SK gubernur.

"Jadi, penetapan angka besaran kenaikan UMK yang diusulkan sebesar Rp10.136,63 kepada gubernur itu telah ditentukan berdasarkan rumusan yang ditetapkan provinsi," kata Daman di ruang kerja, Selasa, 23 November 2021.

Menurutnya, rencana kenaikan sebesar Rp10.146,63 itu diusulkan sehubungan adanya surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : B M/383/HI.00/XI/2021 tanggal 9 November 2021 tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum tahun 2022.

Menyikapi rencana kenaikan UMK itu, salahsatu perusahaan bergerak di bidang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) di Lampung Barat, PT Tiga Origen Putra,  di Dusun Way Kuwol, Pekon Kegeringan, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat melalui site manajer Cahyono Kusumo Aji, mengaku pihaknya siap untuk memberlakukan ketentuan jika ada kenaikan UMK tersebut.

"Besaran UMK yang ditetapkan pemerintah itu tentu sudah melalui perhitungan dan pengkajian sesuai rumusan. Kemudian UMK itu tentu memiliki regulasi atau payung hukum yang juga harus dipatuhi.  Karena itu kami siap untuk menerapkannya," ujar Cahyono.

Menurutnya, pada prinsipnya, pihaknya siap untuk melaksanakan aturan besaran pemberian upah tersebut. Ia mengaku, saat ini jumlah tenaga kerja dari warga sekitar Lampung Barat yang dilibatkan saat ini mencapai 75 orang. Kemudian ditambah tenaga kerja dari luar Lampung Barat sehingga total tenaga kerja yang ada saat ini yakni mencapai 125 orang. Cahyono menambahkan pemberian penghasilan selama ini sudah berdasarkan UMK.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar