#bandarlampung#lampung#Umitra

Umitra Kaji Undang-Undang Pahlawan Nasional

( kata)
Umitra Kaji Undang-Undang Pahlawan Nasional
Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Fakultas Hukum Universitas Mitra (Umitra) Indonesia Bandar Lampung, akan menggelar seminar yang mengkaji usulan dua tokoh Lampung sebagai pahlawan nasional, Jumat (10/8). Kedua tokoh tersebut adalah Mr. Gele Harun dan KH.Ahmad Hanafiah. 

Ketua Yayasan Umitra Indonesia, Andi Surya mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat kajian-kajian yang telah dilakukan sebelumnya. Sebab selama ini kajian yang dilakukan lebih mengarah pada aspek histori. Sementara dalam ketentuan peundang-undangan diperlukan metodologi akademik.

Andi menuturkan, FH Umitra melihat ada celah yang mungkin belum dikaji yaitu dengan pendekatan perundang-undangan. Apakah benar usul pahlawan nasional kepada pemerintah harus melalui kajian akademik melalui metodologi sejarah yang rumit itu. 

"Apakah tidak cukup dengan fakta-fakta lapangan baik fisik maupun nonfisik yang melekat semasa hidup dua tokoh tersebut,"ujar Andi Surya, Rabu (8/8/2018).

Melalui seminar tersebut, FH Umitra akan menggali lebih dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2009 tentang Prosedur Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada seseorang.

Andi menambahkan, meski belum resmi menyandang gelar pahlawan nasional, faktanya nama kedua tokoh Lampung tersebut sudah diabadikan sebagai nama jalan. Selain itu banyak cerita dan naskah yang salah satunya ditulis oleh Buya KH. Arief Mahya, tokoh zuhud Nahdatul Ulama, yang menurutnya bisa dipercaya kebenarannya.

"Beliau yang menulis juga masih hidup dan bisa dimintai pendapat serta kesaksiannya," ujar Andi Surya.

Dalam seminar tersebut FH Umitra Indonesia akan mengundang Gubernur Lampung, dan beberapa tokoh Lampung seperti KH. Arief Mahya, Taufik Basari, Andi Desfiandi dan Husni Mubarok sebagai narasumber. 

 

Rudiyansyah



Berita Terkait



Komentar