#aksi#solidaritas#uighur#act#beritalampung

Umat Lampung Bela Muslim Uighur di Xinjiang China

( kata)
Umat Lampung Bela Muslim Uighur di Xinjiang China
Umat Lampung Bela Muslim Uighur di Xinjiang China dengan aksi di Tugu Adipura. (Foto:Lampost/Triyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa, oleh karena itu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadian. Demikian amanat pembukaan UUD 1945. Umat muslim di Provinsi Lampung menggelar aksi di Bundaran Gajah, Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat (21/12/2018)

Kekerasan yang terjadi atas Muslim Uighur sudah terjadi selama puluhan tahun di Provinsi Xinjiang (Turkestan Timur), China. Dan kejadian itu terus berulang dan masif serta terencana, bahkan semakin keji penindasan yang dilakukan terhadap muslim Uighur, sehingga ini menjadi perhatian serius dunia.

Koordinator Lapangan Aksi, Ade Irawan mengatakan atas nama masyarakat Muslim Lampung yang terdiri dari 50 ormas se-Lampung bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan MRI, pihaknya menyatakan sikap bersama atas penindasan muslim uighur. Pertama mengutuk kekerasan yang terjadi atas Muslim Uighur oleh otoritas pemerintah.

Kedua meminta kepada pemerintah Republik Rakyat Tiongkok agar segera menghentikan kekerasan dalam bentuk apapun atas Muslim Uighur atas alasan apapun, karena bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Ketiga meminta PBB. Khususnya dewan HAM agar membentuk tim pencari Fakta atas kekerasan yang terjadi terhadap Muslim Uighur.

Keempat meminta pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas atas nama Hak Asasi Manusia dan atas nama konstitusi Indenesia yang menghormati hak kemerdekaan mereka menjalankan dan memeluk agama. Kelima bila segala upaya diplomatik ini tidak membuahkan hasil, maka duta besar Republik Rakyat Tongkok tidak layak ada di negeri yang beradab ini.

"Demikian pernyataan sikap bersama ini kami sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara dan warga dunia yang menghormati hak asasi manusia," katanya. 

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar