#internasional#beritainternasional

Ukraina Laporkan Korban Tewas Warga Sipil Pertama Akibat Invasi Rusia

( kata)
Ukraina Laporkan Korban Tewas Warga Sipil Pertama Akibat Invasi Rusia
Asap hitam dari bandara di Kharkiv, Ukraina yang diserang oleh Rusia. Foto: AFP


Kiev (Lampost.co) -- Ukraina melaporkan kematian pertama akibat serangan Rusia. Korban tewas diketahui seorang remaja yang tertembak.

“Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun tewas dalam penembakan di Semykhatky, distrik Henichesk di wilayah Kherson,” seperti dilaporkan Penasihat Kementerian Dalam Negeri Anton Herashchenko, melalui Telegram, yang dikutip 112 International, Kamis 24 Februari 2022.

“Sementara seorang lagi cedera dalam serangan Rusia di Brovary dekat ibu kota Kiev pada Kamis,” imbuhnya.

Baca juga: Putin Deklarasikan Operasi Militer Khusus di Ukraina

Selain itu, menurut datanya, satu orang terluka dalam penembakan di lapangan terbang militer Kulbaki di distrik Mykolaiv. Dikabarkan korban meninggal, namun laporan itu belum bisa dikonfirmasi. 

Berkumpul di KBRI

Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina dalam kondisi aman. Hal ini diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam jumpa pers mingguan.

"Dalam komunikasi melalui Whatsapp Group, kami mendapat informasi para WNI di sana saat ini masih dalam kondisi aman. Mereka tetap tenang," ucap Judha, Kamis, 24 Februari 2022.

Ia menambahkan, ada rencana kontijensi yang dilakukan jika eskalasi pecah di sana.

"Sesuai dengan rencana kontijensi kami meminta warga Indonesia berkumpul ke KBRI kita di Kiev," tutur Judha. 

Bagi WNI yang kesulitan, diharapkan untuk menghubungi nomor hotline darurat KBRI Kiev. Ia menuturkan, rencana kontijensi ditetapkan berdasarkan koordinasi KBRI Kiev dengan pemerintah pusat.

Rencana kontijensi terdiri dari berbagai situasi darurat, mulai dari siaga tiga, siaga dua, dan siaga satu.

"Masing-masing status ada langkah yang disiapkan baik di perwakilan maupun kami yang ada di Kemenlu RI," tambah Judha.

Ia menuturkan, dalam beberapa langkah tersebut ada ucapan terbuka yang meminta WNI untuk berkumpul di KBRI Kiev.

"Selanjutnya nanti kami akan mencari proses evakuasi lebih lanjut," sambung dia.

Rencana kontijensi juga dilakukan dengan beberapa perwakilan di KBRI Warsawa, KBRI Bratislava, KBRI Bucharest dan juga KBRI Moskow.

Tercatat ada 138 WNI di Ukraina dengan mayoritas tinggal di Kiev dan Odessa. Beberapa lainnya tinggal di berbagai kota di Ukraina. Para WNI diketahui merupakan pekerja migran profesional dan pelajar.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar