#rusiaukraina#beritainternasional

Ukraina Ajukan Syarat Tak Realistis untuk Damai

( kata)
Ukraina Ajukan Syarat Tak Realistis untuk Damai
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov. Metro TV


Nusa Dua (Lampost.co) -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov mengungkap alasan di balik dialog perdamaian antara Rusia dan Ukraina tidak kunjung terjadi. Ukraina dinilai selalu merespons dengan penolakan dan mengajukan syarat yang tidak realistis.

Di hadapan media yang meliput Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Lavrov menyatakan Rusia tidak menolak untuk memulai dialog damai. Namun, kata Lavrov, Ukraina menolak untuk duduk bersama dalam satu meja.

"Semua masalah ada di pihak Ukraina yang dengan tegas menolak negosiasi dan mengedepankan syarat-syarat yang jelas tidak realistis," kata Lavrov di sela-sela KTT G20 di Bali seperti ditayangkan Breaking News di Metro TV, Rabu, 16 November 2022.

BACA JUGA: AS Minta Ukraina Berdialog dengan Rusia

Lavrov menyebut juga Ukraina mengajukan persyaratan yang tidak realistis sebelum memulai negosiasi. Hal itu yang menjadi faktor penghambat dimulainya dialog atau perundingan untuk damai. Padahal, desakan kepada Rusia untuk mengakhiri konflik semakin menguat.

“Kami tidak menolak untuk bernegosiasi, pihak Ukraina yang menolaknya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan, semakin sulit untuk bernegosiasi,” kata Lavrov.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar