#kopilampung#kopi#penikmatkopi

UKM Produksi Gham Coffee sebagai Solusi bagi Penikmat Kopi

( kata)
UKM Produksi Gham Coffee sebagai Solusi bagi Penikmat Kopi
Gham Coffee yang diproduksi UMK di Rajabasa, bandar Lampung.Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha kecil menengah (UKM) produksi kopi lampung terus menggeliat seiring meningkatnya konsumsi kopi, baik tingkat lokal maupun nasional. Oleh sebab itu, sejumlah produksi kopi pun banyak ditemui.

Hal itu juga yang melatarbelakangi pemuda asal Lampung Utara yang tinggal di Rajabasa, Bandar Lampung,  Anton Lironi, memproduksi roasting kopi yang dinamainya Gham Coffee. "Kami memproduksi kopi roasting ini semua prosesnya di Bandar Lampung. Usaha ini sudah dirintis puluhan tahun oleh orang tua saya dan kini dilanjutkan saya," kata Anton, Minggu, 12 Juli 2020.

Dia bersama kerabatnya Aditya Nugraha optimistis Gham Coffee akan diterima masyarakat penikmat kopi, khususnya di Lampung. Apalagi, bahan baku benar-benar dari kebun kopi berbagai daerah di Lampung, seperti Balikbukit, Air Hitam, Tanjungraja, Pematang Kasih, Banjit, dan Ulubelu.

"Gham Coffee memiliki varian rasa kopi robusta petik merah, kopi lanang, dan kopi spesial dengan racikan khusus asli kopi 100% lampung," katanya.

Dia menjelaskan Gham Coffee merupakan kopi pilihan tanpa pupuk kimia dan alami. "Itu menjadi komposisi utama dalam setiap bubuknya Gham Coffe. Dari kopi organik jenis stek dan natural," ujarnya.

Anton mengatakan Gham Coffee ini memiliki maskot gaya hidup anak milenial. Gham Coffee ini akan menyentuh pasar milenial kalangan menengah ke atas. Gham Coffee sendiri dijual dengan harga Rp25 ribu per 200 gram. Sedangkan untuk jenis kopi robusta premium dan untuk jenis kopi petik merah dijual Rp35 ribu dengan kualitas super.

"Kopi lanang dan kopi luwak dengan harga terjangkau. Ukuran pcs dengan berat 200 gram," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar