#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora

UIN RIL Bakal Terapkan Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual dari Kemenag

( kata)
UIN RIL Bakal Terapkan Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual dari Kemenag
Foto udara kampus UIN RIL. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung (RIL) Prof. Alamsyah mengatakan saat ini UIN RIL sudah menjalankan ketentuan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama.

PMA Nomor 73 Tahun 2022 tersebut mengatur tentang upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Satuan Pendidikan itu mencakup jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta meliputi madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan.

"Dengan PMA baru ini maka akan diadakan penyesuaian. Diantaranya seperti membentuk pusat studi gender dan anak serta membuat Surat Edaran (SE) Rektor UIN tentang Pencegahan kekerasan seksual pada 2019," katanya, Kamis, 20 Oktober 2022. 

Selain itu Alamsyah menambahkan jika terjadi kasus diduga pelecehan atau kekerasan seksual makan diambil tindakan, dan jika lebih serius makan dibentuk tim. "Dan sudah ada ASN UIN yang ditindak karena terbukti mlakukan kekerasan seksual," ujarnya. 

Baca juga: Dinkes Bandar Lampung Pantau Perederan Parasetamol Sirop

Ia menjelaskan jika aturan dalam PMA perihal pencegahan kekerasan seskual, sudah benar dan memang ketentuan seperti itu yang harus dilakukan di kampus UIN.

Menurutnya, saat ini banyak pelanggaran atau kejahatan yang terjadi dalan masyarakat, dan korbannya banyak kaum perempuan termasuk anak-anak.

"Banyak kejahatan tersebut seperti kekerasan seksual, perundungan yang membuat runtuhnya integritas moral.
Selain itu perlindungan terhadap perempuan masih lemah karena sistem hukum juga masih lemah," ucapnya. 

Ia menambahkan jka bersiul dengan rayuan atau lelucon bernuansa seksual, memandang perempuan dengan pandangan tidak wajar, menyentuh bagian tubuh, apalagi meraba-raba hal yang sangat dilarang terlebih Al-Quran sudah melarang hal tersebut. 

"jelas tidak boleh. Al Quran sejak lama menegaskan agar kaum laki-laki menundukkan muka (memelihara pandangan yang tidak pantas), jika melihat wanita lain," jelasnya.

Untuk SE UIN tentang pencegahan kekerasan seksual, ia akan memperbaharui SE tersebut sesuai PMA terbaru dari Kemenag. "Ya aturan di UIN tentu harus mengikuti peraturan di atasnya," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar