#mahasiswa#PTM

UIN Lampung Gelar PTM 50% Mulai Semester Genap

( kata)
UIN Lampung Gelar PTM 50% Mulai Semester Genap
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung memastikan akan memulai perkuliahan tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50% mulai 7 Februari sampai 3 Juni 2022, sebanyak 16 pertemuan. Hal ini diungkapkan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan, Alamsyah.

Alamsyah mengatakan UIN akan melaksanakan kuliah tatap muka sebesar 50% dari keseluruhan jumlah mahasiswa. Adapun semester mahasiswa yakni semester 2, 4, dan 6.

"Sedangkan 50% mahasiswa sisanya akan mengikuti kuliah daring," katanya saat ditemui Lampost.co, Jumat, 21 Januari 2022.

Untuk teknis perkuliahan, lanjut Alamsyah, dalam masa setelah melakukan 8 pertemuan maka bergantian, yang awalnya kuliah tatap muka akan menjadi daring. Lalu yang kuliah daring akan datang ke kampus untuk tatap muka.

"Sehingga mereka mengikuti kuliah daring merasakan, kuliah tatap muka pun merasakan berhadapan dengan dosennya secara langsung," jelasnya.

Menurutnya ini dilakukan karena kuliah daring secara penuh tidak efektif untuk menanamkan nilai praktikum dan kompetensi mahasiswa secara langsung.

Alamsyah menerangkan ada syarat-syarat yang wajib dilakukan oleh para mahasiswa yang akan datang kuliah langsung secara tatap muka.

"Pertama mahasiswa wajib vaksin 2 kali, kalaupun baru satu dosis wajib menunjukan surat rapid. Menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan mereka tidak boleh berkerumun setelah selesai perkuliahan tatap muka," jelasnya.

Ia juga mengatakan durasi waktu untuk perkuliahan secara langsung dipersingkat.

"Untuk yang 3 SKS awalnya 135 menit menjadi 90 menit, 2 SKS yang awalnya 90 menit dipangkas 60 menit, untuk 1 SKS dipangkas 30 menit. Hal itu dilakukan untuk menurunkan potensi penularan," ujarnya.

Alamsyah juga menerangkan bahwa semester lalu di bulan September 2021 UIN sudah menerapkan kuliah tatap muka dengan kapasitas 35%. Karena menurutnya ada kemajuan lalu kapasitas dinaikan menjadi 50%.

"Kita tidak mau buka 100% (PTM), karena kan kampus UIN ini mahasiswa ini banyak, maka dari itu tetap 50%," ujarnya.

Menurut estimasi Alamsyah akan ada sekitar 6.000 mahasiswa dari semester 2,4,6 yang akan melalukan kuliah tatap muka.

"6.000 kalau dikumpulkan satu tempat memang rame, tapi kan UIN jarak per fakultas berjauhan juga luas, maka tidak akan menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Terpisah, Rizki Dani Kusuma mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara angkatan 2019 meninjau PTM yang dilakukan di  semester 1 dan 3 sudah sesuai protokol kesehatan yang disarankan.

"Dalam melakukan PTM itu, saya liat UIN sudah siap, mulai dari protokol kesehatan yang diterapkan seperti menggunakan masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan, dan lain-lain," katanya.

Menurutnya sejauh ini tidak ada permasalahan yang timbul saat PTM masih 35% semester lalu.

"Bahkan jika 50% itu saya tidak setuju. Karena syaa mengharapkan untuk sistem nya 100% full kuliah semua,"ujarnya.

Ia berharap PTM ini menjadi evaluasi agar lebih baik dari PTM semester sebelumnya.

"Saya harap walaupun PTM 50%, sistemnya jangan seperti kemarin yang Kuliah hanya 1 minggu dalam 1 semester. Kasian merek yang memang rumahnya jauh untuk kos dengan sudah membayar 1 tahun atau beberapa bulan, tetapi hanya 1 minggi saja kuliahnya," harapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar