#BERITABANDARLAMPUNG#UBL#HUKUM

UBL Tepis Membungkam Demokrasi

( kata)
UBL Tepis Membungkam Demokrasi
KONFERENSI PERS. Rektor Universitas Bandar Lampung Yusuf Barusman (tengah) saat konferensi pers tentang pelaporan mahasiswa pengunjuk rasa di kampus setempat, Kamis, 25 Februari 2021


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rektor Universitas Bandar Lampung Yusuf Barusman menyebut mahasiswa pengunjuk rasa melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan. Pelaporan ke Polresta Bandar Lampung itu diklaim bukan upaya pembungkaman demokrasi.

"Hak mengungkapkan pendapat silakan saja. Mahasiswa bisa WA saya untuk mengemukakan aspirasi. Catatannya, komunikasi yang dilakukan tidak melanggar undang-undang," kata Yusuf saat konferensi pers di kampus setempat, Kamis, 25 Februari 2021. 

Ia mengklaim pelaporan dilakukan untuk menghindari tunduhan pembiaran karena selama pandemi covid-19 masyarakat dituntut patuh pada UU Karantina Kesehatan. Menurut Yusuf, kaum intelektual harus paham bahwa kebebasan berpendapat dipagari oleh hukum. 

"Ini bukan pembungkaman demokrasi. Pengumpulan massa seperti itu jelas akan berhadapan dengan UU Karantina Kesehatan," ujarnya.

UBL menyebut pengunjuk rasa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa UBL ilegal karena tidak ada dalam struktur organisasi kemahasiswaan resmi. 

"Kami telah mengingatkan penanggung jawab aksi untuk membubarkan diri karena melanggar UU Karantina Kesehatan, namun tidak diindahkan," kata Yusuf. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar