#dampakpanemicovid-19#pendapatanpajak#pajak

Tutupnya 300 Sektor Pajak Selama Pandemi Covi-19 Pengaruhi PAD

( kata)
Tutupnya 300 Sektor Pajak Selama Pandemi Covi-19 Pengaruhi PAD
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masa pandemi korona atau Covid-19 berdampak di seluruh lini, terutama pada sektor pajak tempat usaha yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung mencatat sektor usaha sempat tersendat pada masa tingkat kewaspadaan tinggi terhadap penyebaran Covid-19 yaitu di Maret dan April.

"Selama masa pandemi lebih kurang ada 300 wajib pajak baik hotel maupun rumah makan, restoran, hiburan yang lapor mereka tutup," ujar Kepala BPPRD Bandar Lampung Yanwardi, Rabu, 1 Juli 2020.

Dia menyatakan angka normal data PAD Bandar Lampung berkisar mulai Rp1,5 miliar hingga Rp1,7 miliar. "Berkisar Rp1,5 sampai Rp1,7 miliar itu normalnya, kemudian sekarang ini hanya Rp200 sampai Rp400 juta per hari dan jumlahnya tidak menentu," ujarnya.

Namun, pihaknya optimistis dunia usaha akan mulai kembali aktif kembali Juni. Sebab, para wajib pajak akan membayarkan setoran pajak pada Juli ini.

"Jadi bulan ini sudah mulai kelihatan sudah mulai buka lagi. Karena pembayaran Juni di Juli, dan pembayaran Juli di Agustus nanti, baru bisa keliatan pendapatan dari sektor pajak berangsur membaik," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar