#pembunuhan#beritalamsel#persidangan

Tusuk Teman Hingga Tewas, Remaja Asal Tarahan Divonis 8 Tahun Penjara

( kata)
Tusuk Teman Hingga Tewas, Remaja Asal Tarahan Divonis 8 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus perkelahian yang menyebabkan kematian. Lampost.co/Juwantoro

Kalianda (Lampost.co): Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda menjatuhkan putusan hukuman selama 8 tahun penjara terhadap GSS Bin Iwan (17) dalam sidang vonis perkara perkelahian yang menyebabkan kematian di ruang Cakra PN setempat, Kamis, 20 Februari 2020.

Majelis Hakim PN Kalianda yang diketuai Deka Diana, dibantu Dodik Setyo Wijayanto dan Chandra Revolisa sebagai hakim anggota serta didampingi Panitera Penggant PN Kalianda Ari Sapri Yuslianto memutuskan terdakwa GGS secara sah dan menyakinkan telah melanggar Pasal 338 KUHP yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain terhadap korban yakni Agung Wahyu Maulana.

Vonis Majelis Hakim PN Kalianda lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Lampung Selatan yang menuntut terdakwa dengan hukuman selama 10 tahun penjara.

Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Rachmat Djati Waluya dan penasehat hukum terdakwa Eko Umaidi dari LBH Sai Bumi Selatan.

Menurut Ketua Majelis Hakim PN Kalianda Deka Diana, hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah meresahkan masyarakat. Sementara, hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan terdakwa belum pernah dihukum.

"Berdasarkan bukti-bukti dan fakta dalam persidangan serta keterangan para saksi dalam sidang sebelumnya. Maka, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 338 KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua JPU," ujar Ketua Majelis Hakim.

Atas putusan ini, kata Ketua Majelis Deka Diana, terdakwa diminta tanggapanya.

"Sebelum memberikan tanggapan silahkan bersama orang tua bermusyawarah dulu dengan penasehat hukum," katanya.

Penasehat hukum terdakwa, Eko Umaidi menyatakan terdakwa menerima putusan Majelis Hakim PN Kalianda. Sementara, JPU Kejaksaan Negeri Lampung Selatan Rachmat Djati Waluya menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya perbuatan terdakwa GSS Bin Iwan (17) warga Dusun Tarahan, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dilakukan pada Sabtu, 18 Januari 2020, sekitar jam 17.00 WIB. Dimana, GSS berkelahi dengan korban dan sebelumnya GSS sudah mempunyai masalah dengan korban. Sehingga menyebabkan GSS dendam terhadap korban.

Akibat perkelahian itu, korban mengalami luka tusuk pada bagian perutnya. Karena, ditusuk oleh GSS dengan sebilah pisau.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar