#stunting#kesehatan#beritalampung

Turunkan Angka Stunting Melalui Intervensi Spesifik dan Sensitif

( kata)
Turunkan Angka Stunting Melalui Intervensi Spesifik dan Sensitif
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima kunjungan kerja Tim Spesifik Komisi IX DPR RI dalam rangka pengawasan stunting di Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 26 November 2020. Dok ADPIM


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka stunting di Bumi Ruwai Jurai. Pecegahan stunting yang dilaksanakan Provinsi Lampung melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

Intervensi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan seperti penyediaan vitamin, makanan tambahan, dan lainnya sedangkan intervensi sensitif dilakukan oleh sektor non–kesehatan seperti penyediaan sarana air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan sebagainya.

Strategi dan keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menurunkan angka stunting tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima kunjungan kerja Tim Spesifik Komisi IX DPR RI dalam rangka pengawasan stunting di Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 26 November 2020.

"Pemerintah Provinsi Lampung sangat fokus menurunkan angka stunting sesuai dengan visi kami Rakyat Lampung Berjaya termasuk penanganan kesehatan," kata Arinal.

Arinal mengatakan angka stunting di Provinsi Lampung sendiri telah terjadi penurunan, hal ini terlihat dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Ia menjelaskan pada Riskesdas Tahun 2018, prevalensi stunting Provinsi Lampung 27,3 persen atau terjadi penurunan 15,3 persen bila dibandingkan prevalensi tahun 2013 sebesar 42,6 persen. 

"Sejak tahun 2018 hingga saat ini, Provinsi Lampung telah melaksanakan pecegahan stunting yang dilaksanakan melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif," katanya. 

Arinal menyebutkan pada tahun 2018, intervensi stunting diprioritaskan di 3 Kabupaten yaitu Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur. Kemudian, di tahun 2019 diprioritaskan di Kabupaten Tanggamus dan untuk di tahun 2020 diprioritaskan di Kabupaten Lampung Utara dan Pesawaran. Sedangkan tahun 2021 diprioritaskan di Kabupaten Tulang Bawang, Way Kanan, Pringsewu dan Kota Bandar Lampung.

Gubernur Lampung sendiri juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor G.295/VI.01/HK/2020 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim Panelis Penilaian Review Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Provinsi Lampung Tahun 2020. Kemudian Keputusan Gubernur Lampung Nomor 6/314/VI.01/HK/2020 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi (RAD-PG) Provinsi Lampung Tahun 2020-2024. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar mengapresiasi Gubernur Arinal bersama jajaran dan stakeholder terkait yang mampu menurunkan angka stunting hingga dibawah angka rata-rata nasional. Namun demikan, Ansory meminta agar angka stunting di Provinsi Lampung untuk terus diturunkan.

"Tugas kita bagaimana agar stunting ini kita turunkan dan kita ingin stunting di Provinsi Lampung untuk terus diturunkan kalau perlu juga dilombakan bebas stunting disetiap desa, kecamatan di Provinsi Lampung," kata Ansory. 

Ansory menjelaskan kunjungannya itu untuk menghimpun data-data dan informasi yang komperhensif dan akurat tentang penanganan stunting yang dilakukan di Provinsi Lampung. "Kita juga ingin memperoleh masukan apakah terdapat permasalahan dalam upaya penanganan masalah stunting dan upaya penyempurnaan yang dapat ditempuh dimasa yang akan datang," katanya. 

Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kuwat Sri Hudoyo juga mengapresiasi Gubernur Arinal yang memiliki komitmen yang kuat dalam hal penanganan stunting.

"Ada Peraturan Gubernur, SK Gubernur bagaimana mengkoordinasikan dan mengkonvergensi penanganan stunting di Provinsi Lampung dan terlihat hasil-hasilnya, kami rasakan sudah menunjukkan tanda-tanda kebaikan," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar