Koronaviruscoronasekolah

Tulangbawang Tiadakan UN dan Ujian Kenaikan Kelas

( kata)
Tulangbawang Tiadakan UN dan Ujian Kenaikan Kelas
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Nazaruddin. (Ferdi)

MENGGALA (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang meniadakan ujian nasional (UN) dan ujian kenaikan kelas, akibat dampak dari wabah virus korona atau Covid-19.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan corona virus diseasa atau Covid-19 pada satuan pendidikan tanggal 9 Maret 2020 dan Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang, Nazaruddin mengatakan, berdasarkan dua SE Kemendikbud dan SE Bupati Tulangbawang nomor: 800/342.a/V.2/lll/2020, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan ujian sekolah tingkat SD serta ujian untuk kenaikan kelas ditiadakan.

Menurut dia, langkah itu diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah virus korona di lingkungan pendidikan. Dia membeberkan terdapat 7722 siswa SD, 869 siswa SMP negeri maupun swasta serta 108 siswa paket A dan 294 siswa program paket B yang akan mengikuti ujian nasional dan melanjutkan kejenjang pendidikan selanjutnya.

"UNBK ini direncanakan menjadi ujian nasional terakhir untuk menentukan tingkat kelulusan siswa SMP. Namun dengan adanya wabah Covid-19 ini, maka berdasarkan surat edaran pusat ujian di tiadakan dan digantikan dengan ketentuan lain. Jadi kelulusan siswa peserta didik tingkat SD, dan SMP serta Paket A dan B ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir," kata Nazaruddin, Rabu, 15 April 2020.

Kata Nazaruddin, penentuan kelulusan bagi peserta didik di tingkat SMP dan program paket B akan ditentukan berdasarkan gabungan nilai rata-rata raport kelas 7, 8, dan 9 semester gasal. Sementara nilai semester genap kelas 9 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sedangkan untuk kelulusan peserta didik tingkat SD dan program paket A kelulusannya akan ditentukan melalui gabungan nilai raport kelas 4, 5, dan 6 semester gasal. Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

"Kalau untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio yang akan diberikan masing-masing sekolah itu sendiri. Kemudian menggunakan nilai raport, prestasi, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen lain," ujar dia.

Nazaruddin menekankan agar seluruh sekolah dalam pelaksanaannya tetap perdoman dengan juklak dan juknis keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor: 420/16/VI-B3/TB/2020. Dia berharap, meski adanya peniadaan ujian nasional sebagai acuan standar kelulusan dan kenaikan kelas, tidak akan mengurangi prestasi para siswa yang ada di Tulangbawang.

Winarko



Berita Terkait



Komentar