#CPNS

Tulangbawang Siapkan 1.583 Formasi CPNS dan PPPK

( kata)
Tulangbawang Siapkan 1.583 Formasi CPNS dan PPPK
Ilustrasi. Google Images


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menyiapkan 1.583 formasi dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2021.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Tulangbawang, Yenni Karmini Utari mengatakan jumlah itu terbagi untuk 131 CPNS, dan 1.452 PPPK atau pegawai non-PNS.

Kuota CPNS tahun ini pun meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun 2019 lalu yakni 108 formasi.

"Rinciannya 87 CPNS formasi kesehatan dan 44 untuk formasi teknis serta 1.452 PPPK tenaga guru," kata Yenni, di ruang kerjanya, Rabu, 2 Juni 2021.

Ia menjelaskan, 87 CPNS formasi kesehatan itu termasuk untuk perawat, bidan, apoteker, dokter umum, dan dokter spesialis. Namun ia belum dapat merinci jumlah tersebut karena tengah menunggu keputusan kapan pembukaan pendaftaran dimulai.

Sedangkan untuk disabilitas, Pemkab Tulangbawang menyediakan dua persen dari kuota CPNS yang diterima tahun ini atau sekitar dua sampai tiga orang.

"Untuk formasi tenaga kesehatan itu ada sekitar 11 dokter gigi dan enam dokter umum, tapi untuk rincinya kami masih menunggu pengumuman resmi dari pusat," ujar dia.

Sementara 1.452 PPPK, terang Yenni, dikhususkan untuk perekrutan tenaga pendidik. Dari awal pengusulan, pemerintah pusat tidak menyediakan perekrutan CPNS untuk tenaga guru.

Berdasarkan hasil rapat zoom Menpan-RB dan BKN, lanjut dia, tenaga guru negeri maupun swasta yang dapat mendaftar PPPK mesti terdaftar di sistem data pokok pendidikan atau Dapodik.

Kata dia, terdapat empat golongan yang dapat mendaftar PPPK, K2, honor sekolah negeri, honor sekolah swasta, dan pelamar umum yang memiliki sertifikat pendidik.

Nantinya pelamar PPPK akan mengikuti tiga tahapan tes, pertama tes akan diikuti oleh tenaga guru K2 dan guru honor negeri.

Tes kedua, akan diikuti guru swasta serta para peserta yang tidak lulus di tahapan tes pertama. Sedangkan tes ketiga, bagi pelamar yang memiliki sertifikat pendidik dan peserta yang tidak lulus di tahapan tes pertama dan kedua.

Yenni belum dapat memastikan kapan pendataran akan dibuka, karena pihaknya kini tengah menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Jadi waktu pembukaan penerimaan CPNSnya masih menunggu dari pusat kapan bisa digelar," kata Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulangbawang.

Winarko







Berita Terkait



Komentar