#Covid-19lampung

Tulangbawang Batasi Jam Operasional Tempat Usaha

( kata)
Tulangbawang Batasi Jam Operasional Tempat Usaha
Salah satu pusat keramaian di kawasan Pasar Unit ll, Banjaragung, Tulangbawang. Dok Lampost.co


Menggala (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang memberlakukan pembatasan jam operasional kegiatan usaha.
Pembatasan itu dimulai sejak 20 Mei 2021 hingga dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Bupati Tulangbawang Winarti mengatakan langkah itu diambil guna mencegah penyebaran wabah virus korona atau Covid-19 yang hingga kini masih terus berlangsung.

"Ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang terus meningkat, menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang besar dan telah berimplikasi pada kehidupan masyarakat baik aspek sosial, ekonomi serta kesejahteraan masyarakat," kata Winarti, Jumat, 21 Mei 2021.

Menurutnya pembatasan jam operasional kegiatan usaha itu menindak lanjuti Peraturan Daerah Provinsi Lampung nomor 3 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dan pengendalian virus korona serta intruksi Gubernur Lampung nomor 1 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 ditingkat desa atau kelurahan.

Dalam surat edaran nomor: 440/12/Vlll/TB/V/2021 tentang pembatasan jam operasional kegiatan usaha yang ditujukan bagi pimpinan dan pemilik usaha agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Di dalam surat itu disebutkan, jam operasional pusat perbelanjaan, pasar swalayan, dan toko modern diberi waktu untuk membuka usahanya hingga pukul 21.00 WIB.

Sedangkan jam operasional restoran, cafe, karoke, diskotik, panti pijat, biliar, dan pedangan yang berada dipinggir jalan diberi batas waktu untuk menggelar usahanya hingga pukul 22.00 WIB.

Winarti mengingatkan seluruh pimpinan dan pelaku usaha agar tidak mengindahkan surat edaran tersebut, karena sanksi pidana menanti.

"Apabila kegiatan operasional melanggar aturan tersebut, maka akan dikenakan sanksi pidana kurungan dan denda sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Lampung nomor 3 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dan pengendalian virus Covid-19," ujar dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar